Bitung- Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Duasudara Bitung, Alfred Salindeho, SE, MM membantah anggapan yang mengatakan kota Bitung saat ini mengalami krisis air bersih.
Menurut Salindeho, kalau memang terjadi krisis air di Bitung, belum sampai pada tahap yang sangat parah, karena persediaan air bersih saat ini masih cukup. Hal itu ditegaskan oleh Salindeho saat menjadi narasumber pada kegiatan diskusi publik yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kota Bitung, dengan tema “Krisis Ais Bersih, Pemerintah Beralasan, atau Kesalahan Berpikir, Sabtu (12/9/2026) di monoland coffee.
“Indikator apabila sudah terjadi krisis air, pasti handphone saya berdering terus,” ujar Salindeho sambil tatawa. Saat ini kata Salindeho, keluhan dari masyarakat hanya sebatas ganguan gangguan non teknis. Contohnya, di satu wilayah hanya 1 atau 2 rumah yang tidak jalan airnya. Ketika diperiksa hanya ada batu yang menyebankan air tersumbat. Sedangkan rumah yang lain jalan airnya.
“Untuk m mengantisipasi keluhan masyarakan, Perumda Air sudah membentuk tim unit reaksi cepat atau URC. Supaya saat ada keluhan, langsung ditangani dengan cepat,” kata Salindeho. Menanggapi pertanyaan peserta, menyangkut pelayanan air di pulau Lembeh yang belum menikmati air dari Perumda, menurut Salindeho, pihaknya sudah pernah mengusulkan untuk menggunakan kapal fery pengangkut air untuk distribusi ke Lembeh. Namun banyak yang mentertawakannya.
- Tolak Pembangunan Fasilitas Militer, Puluhan Warga Tokambahu-Makawidey, Demo di Kantor DPRD Dan Pemkot
- Bersama Dalam Doa, YBM PLN UP3 Palu Bersama Pemdes Mayasari Gelar Ikhtiar Istisqo dan Berbagi untuk Dhuafa
- Lewat PKM-PI, Mahasiswa UNSRAT Hadirkan AGRINEXUS untuk Mendukung Budidaya Pisang Mas di Tinoor, Kota Tomohon
“Usulan itu beralasan karena apabila kita pake pipa lewat bawa air, sangat beresiko tinggi dan biaya terlalu mahal,” jelasnya.
Menyikapi musim kemarau panjang saat ini kata Salindeho, pihaknya mengpayakan memberikan pelayanan air dengan mengunakan tangki ke masyarakat. Selain itu, pihakanya juga melakukan kerja sama dengan pihak BPBD, untuk memberikan akses kepada mobil pemadam untuk mendapatkan air di titik titik air apabila ada terjadi kebakaran di satu daerah.
Salah satu peserta diskusi, Stely Elly Dauhan, SE mengapresiasi kinerja Perumda Air yang menurutnya banyak mengalami kemajuan. “Saya pelanggaan aktif PDAM. Selama ini yang saya lihat, banyak orang mengkritik PDAM, tapi ternyata bukan pelanggan akrif karena tidak memiliki rekening PDAM. Jadi apabila memang PDAM berprestasi mari kita apresiasi dan apabila mengkritik tujuan untuk membangun PDAM menjadi lebih baik,” tandas Dauhan.
Diskusi ini juga menghadirkan narasumber lain yakni, dr Sunny Rumawung selaku pemerhati masalah kemasyarakatan dan Marcel Tatuil dari unsur generasi muda. (*)





