Sulut-Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus,SE, memberikan pengarahan tegas kepada seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Utara dengan menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, berintegritas, sekaligus mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam arahannya, Gubernur Yulius mengawali dengan memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 yang berlangsung aman, tertib, ramah anak, serta bebas dari praktik kekerasan maupun tekanan psikologis.
Namun, di balik apresiasi tersebut, Gubernur Yulius juga mengeluarkan peringatan keras terkait kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut menerapkan kebijakan Zero Bullying tanpa kompromi.
Seluruh kepala sekolah (Kepsek) diwajibkan mengaktifkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), serta dilarang keras menutupi setiap kasus kekerasan hanya demi menjaga citra sekolah.
Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan secara transparan, adil, dan berpihak kepada korban. “Kita tidak boleh membiarkan satu pun anak kehilangan rasa aman di sekolah. Pendidikan harus menjadi ruang yang melindungi, bukan tempat yang menimbulkan ketakutan,” tegas Gubernur Yulius.
Tak hanya itu, Yulius juga mengingatkan bahwa kepala sekolah bukan sekadar administrator, melainkan pemimpin perubahan yang bertanggung jawab meningkatkan mutu pendidikan.
Ia menuntut pengelolaan dana BOS dan BOSDA dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk aktif memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus sekolah demi mewujudkan target Zero Drop-Out di Sulut.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius turut menegaskan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepsek diminta memastikan program nasional itu berjalan tertib, higienis, tepat sasaran, serta mampu membentuk budaya hidup sehat dan disiplin di kalangan peserta didik.
Menghadapi tantangan era digital, Gubernur Yulius meminta sekolah memperkuat pendidikan karakter.
Ia menginstruksikan seluruh satuan pendidikan mengambil langkah nyata dalam mencegah siswa terjerumus ke dalam judi online, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif penggunaan gawai.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) juga diminta dioptimalkan dengan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Sulut, seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara, sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Khusus bagi SMK, Gubernur Yulius menginstruksikan penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri melalui program link and match, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja nasional maupun internasional.
Sementara bagi SLB, peningkatan fasilitas ramah disabilitas menjadi prioritas agar seluruh peserta didik memperoleh hak pendidikan yang setara dan inklusif.
Menutup arahannya, Gubernur Yulius menekankan prinsip Satu Komando dalam menjalankan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulut.
Seluruh Kepsek diminta bekerja dengan loyalitas, disiplin, integritas, dan memiliki mental petarung dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Ia mengajak seluruh insan pendidikan untuk memperkuat sinergi, bekerja keras dengan hati yang tulus, serta terus berinovasi demi melahirkan generasi Sulut yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. ***





