Manado – Capaian 15 Program Unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado serta hasil pembangunan yang tercermin dalam indikator makro daerah dipaparkan Walikota Manado Andrei Angouw, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Senin (6/7/2026).
Dikatakan, 15 program unggulan yang dijalankan Pemkot Manado merupakan implementasi dari perencanaan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan.
“Berbagai capaian strategis yang telah direalisasikan, mulai dari peningkatan investasi dan pembukaan lapangan kerja, penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penataan kawasan permukiman, pengelolaan pasar tradisional, penanganan persampahan, penguatan pelayanan administrasi kependudukan, peningkatan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, revitalisasi ruang publik, pembangunan taman kota, pengelolaan tempat pemakaman umum, pemberian insentif bagi rohaniawan, bantuan sosial bagi lanjut usia, peningkatan layanan transportasi umum, hingga penguatan koordinasi pembangunan dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,”jelas Angouw.
Disamping itu, Walikota juga menjelaskan perkembangan indikator makro yang menunjukkan kinerja pembangunan Kota Manado terus mengalami peningkatan.
- Wabup Djira Ajak ASN Morut, Jadi Pelopor Gerakan Indonesia ASRI
- Sekwan Niklas Silangen Ikut Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026 : Kawah Candradimuka Untuk Perkuat Kompetensi Manajerial Dan Kepemimpinan
- Dekopinda Minut Peringati HUT Koperasi ke-79, Pemkab Apresiasi Pasar Murah untuk Masyarakat
Dimana, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Manado mencapai 82,4, lebih tinggi dibanding tahun 2024 dan melampaui target yang ditetapkan.
Juga pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp124,42 juta, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,77 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sementara, di sektor sosial tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,99 persen, tingkat pengangguran terbuka berada di angka 8,51 persen.
Dari sisi investasi, realisasi investasi mencapai 113,24 persen atau senilai Rp3,05 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.
Lanjut Walikota, pemerataan ekonomi menunjukkan perbaikan dengan Indeks Gini sebesar 0,342, lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Manado terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Utara mencapai 28 persen, memperkuat posisi Manado sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah.
Adapun Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tercatat sebesar 43,92 sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, serta partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan. Ini juga menunjukkan bahwa pembangunan di Kota Manado tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program, tetapi juga menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semua program dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga,”tukasnya.
Diketahui, FGD dan wawancara Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah Tahap II menjadi tahapan penting dalam proses evaluasi yang dilakukan Bappenas terhadap kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan capaian pembangunan daerah.
Tampak hadir dari Pemkot Manado Asisten II Atto Bulo bersama para kepala Organisasi Perangkat Daerah.(*/jan)






