Selama 40 Tahun Terabaikan, Gubernur Yulius Renovasi Gedung Museum Daerah Sulut

oleh -977 Dilihat

Manado-Setelah lebih dari empat dekade tanpa sentuhan renovasi signifikan, Museum Daerah Sulawesi Utara akhirnya memasuki babak baru.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, Museum Daerah Sulawesi Utara kini berdiri dengan wajah baru berkat kebijakan strategis dan kerja keras melobi anggaran.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan Sulut yang kini menjabat Kepala Balitbangda, Jani Lukas, menegaskan bahwa kondisi museum sebelumnya sudah sangat memprihatinkan.

Bahkan, evaluasi dari Direktorat Jenderal Kebudayaan kala itu menyebutkan bangunan tersebut layak direhabilitasi total, bahkan sempat direkomendasikan untuk dipindahkan.

“Sudah sekitar 40 tahun museum ini tidak direnovasi. Bahkan sudah ada beberapa kali teguran dari pusat. Tapi di masa kepemimpinan Bapak Gubernur Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, perhatian besar langsung diberikan. Beliau melahirkan kebijakan strategis dengan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk renovasi total museum ini,” ujar Jani, Senin (27/4/2026).

Ia menyebut, proyek revitalisasi dengan anggaran lebih dari Rp14 miliar itu telah rampung pada Desember 2025 dan kini tinggal menunggu proses peluncuran resmi.

“Ini tentu menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara. Museum ini sebelumnya seperti ditinggalkan, sekarang hadir dengan wajah baru dan manfaat yang jauh lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sulut yang baru, Yorry Lesawengan, memastikan pihaknya tengah mematangkan persiapan peresmian museum.

Menurut Yorry, fokus utama saat ini adalah penataan koleksi yang sebelumnya dipindahkan selama proses renovasi.

Tahapan ini mencakup konservasi, pengelompokan berdasarkan tema, hingga penyusunan narasi dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

“Bangunan fisik sudah selesai. Sekarang kami fokus pada penataan koleksi dan penyusunan narasi agar museum ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga edukatif. Target kami akhir April semua sudah rampung,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulut juga telah bersurat kepada Menteri Kebudayaan untuk menghadiri peresmian yang direncanakan pada 12 Mei 2026 mendatang.

Di tengah tantangan, termasuk gempa yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, Yorry memastikan kondisi bangunan museum tetap aman.

Hasil pengecekan menunjukkan tidak ada kerusakan struktural, hanya perbaikan minor seperti pengecatan yang dilakukan dalam masa pemeliharaan.

Revitalisasi museum ini menjadi salah satu bukti konkret komitmen Gubernur Yulius Selvanus dalam mengangkat sektor kebudayaan di Sulawesi Utara.

Tak hanya sekadar renovasi fisik, museum ini diharapkan menjadi pusat edukasi, pelestarian sejarah, sekaligus destinasi budaya yang membanggakan daerah.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.