78 Mahasiswa KKN STIFA Pelita Mas Palu, Jalani Praktik Lapangan di Morut

oleh -554 Dilihat
oleh

Kolonodale-Sebanyak 78 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan (Farmasi) Angkatan XXV STIFA Pelita Mas Palu menjalani praktik lapangan di Kabupaten Morowali Utara (Morut) selama kurang lebih 40 hari.

Para mahasiswa tersebut tersebar di 7 Kecamatan, dan akan berbasis pada program kerja Puskesmas, khususnya pelayanan kefarmasian. Mereka diterima secara resmi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morut di ruang pola kantor Bupati Morut, Senin (05/10/2026).

Rombongan mahasiswa dipimpin Ketua STIFA Pelita Mas Palu, Prof Dr apt Joni Tandi MKes, bersama Ketua Pelaksana KKN apt Matra Novalia Palipadang SFarm MSi, serta dosen pembimbing lapangan.

Para mahasiswa diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Morut, Ir Musda Guntur MM, didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskesda) Morut, Arif Paskal Pokonda SST MKes, serta para Kepala Puskesmas lokasi KKN.

Musda Guntur, dalam sambutannya, menyampaikan, apresiasi atas kepercayaan STIFA Pelita Mas Palu menjadikan Morut sebagai lokasi KKN profesi kesehatan.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari kolaborasi antara Pemda dan Perguruan Tinggi (PT), khususnya dalam memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada para calon tenaga kesehatan.

“Pemda Morut terbuka menerima dan memfasilitasi seluruh kegiatan yang dibutuhkan selama kurang lebih 40 hari. Saya berharap, teman-teman mahasiswa bisa membuka ruang dialog dan komunikasi, banyak bertanya, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar praktik profesional sebagai calon apoteker,” ujar mantan Kepala Bappeda Morut itu.

Kata dia, pengalaman selama berada di Puskesmas diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi mampu memperluas wawasan, kompetensi, dan keterampilan mahasiswa.

Musda meminta, agar para Kepala Puskesmas dan jajaran tenaga kesehatan dapat memberikan pendampingan selama mahasiswa menjalankan program KKN.

“Tolong dibantu anak-anak kita ini. Apa yang menjadi kebutuhan mereka dalam proses pembelajaran lapangan diharapkan bisa memberikan pengalaman, menambah wawasan, kompetensi, dan keahlian yang sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia juga berharap, dari proses tersebut dapat lahir calon-calon apoteker yang memiliki kemampuan profesional, sekaligus memahami kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Ketua Pelaksana KKN Profesi Kesehatan STIFA Pelita Mas Palu, apt Matra Novalia Palipadang, menjelaskan, sebanyak 78 mahasiswa ditempatkan di 7 Kecamatan, dengan pembagian 10 mahasiswa di Mori Atas, 12 mahasiswa di Mori Utara, 12 mahasiswa di Lembo, 10 mahasiswa di Lembo Raya, 12 mahasiswa di Petasia, 10 mahasiswa di Petasia Timur, dan 12 mahasiswa di Petasia Barat. Penempatan itu, meliputi Puskesmas Tomata, Puskesmas Mayumba, Puskesmas Beteleme, Puskesmas Petumbea, Puskesmas Kolonodale, Puskesmas Molino, dan Puskesmas Anutoluwu Tiu.

Matra juga menjelaskan, para mahasiswa akan menjalankan program kerja wajib dan program kerja tambahan. Sebagian besar kegiatan dilaksanakan di Puskesmas, terutama pada unit pelayanan kefarmasian atau apotek Puskesmas.

“Mahasiswa kami paling banyak akan melakukan kegiatan di Puskesmas, terutama di apotek Puskesmas. Karena itu, kami sangat berharap bantuan dan bimbingan dari Kepala Puskesmas, agar anak-anak kami dapat melaksanakan program kerja sekaligus mendapatkan pengalaman belajar yang baik ketika berada di lapangan,” kata Matra.

Ia mengatakan, para mahasiswa akan berada di Morut 03 Oktober – 13 November 2026.

Sementara itu, Kadiskesda Morut, Arif Paskal Pokonda, tidak lupa mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN STIFA Pelita Mas Palu di bumi tepo asa aroa tercinta.

“Selamat menjalankan KKN. Harapannya seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa selama berada di Morut bisa berjalan dengan baik, ” harap Arif sapaan akrabnya.

Musda kembali mengatakan, kehadiran mahasiswa PT di Morut dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan semakin terbukanya ruang kolaborasi antara Pemda dan dunia pendidikan.

Menurut dia, kerja sama tersebut penting untuk mendukung visi pembangunan Morut, yakni mewujudkan Morut yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS).

“Kolaborasi antara dunia PT dan Pemda sangat diharapkan. Kami terbuka untuk menerima dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan selama pelaksanaan KKN,” tukas Musda Guntur. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.