Tahuna – Hujan deras landa wilayah kepulauan Sangihe dengan tensitas curah hujan tinggi mengakibatkan salah satu jalan penghubung antara Kota Tahuna dengan kecamatan Tabukan Utara (Tabut) berubah menjadi aliran air.
Terpantau, jalan di area Bawombaru badan jalannya layaknya sungai akibat sistem drainase tertutup longsoran hal itu pun menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang hendak ke Tahuna maupun ke Tabut.
Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Wandy Labesi menyampaikan agar masyarakat tetap waspada saat melintas di jalan raya disebabkan struktur tanah Sangihe yang labil rawan terjadi longsor.
“Kami tetap menyampaikan agar masyarakat waspada karena dibeberapa titik khususnya jalan di Sangihe masih ada timbunan longsor dan ada potensi longsor susulan” ungkap Labesi.
- Bupati Joune Ganda Irup Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81
- Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen Ucapkan Selamat HUT Ke-81 RI : Mengajak Masyarakat Untuk Terus Menjaga Semangat Kemerdekaan
- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Gelar Uapacara Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Di Lapangan Gelora Santiago Tahuna
Lanjut dia, para pengendara diharapkan jangan mengambil resiko saat ke Tahuna ataupun kembali ke kampung masing-masing apalagi saat ini hujan masih mengguyur “sebaiknya lihat cuaca jika berkedaraan kita tidak tahu apa yang akan terjadi di jalan namun saran kami sebaiknya jangan ambil resiko” tandasnya.
Selain itu, Labesi juga mengingatkan masyarakat yang mendiami pinggiran sungai, lereng gunung untuk tetap waspada “jika tensitas curah hujan tetap tinggi maka sebaiknya masyarakat mencari tempat aman dahulu apalagi yang di pinggiran sungai atau di wilayah rawan longsor” tukas Labesi lagi. (*)








