Minut-Sebanyak 54 kelompok pemuda dan pelajar di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terpilih sebagai penerima microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) North Minahasa. Program ini diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi anak muda dalam menjawab persoalan iklim dan lingkungan melalui proyek nyata di masyarakat.
Pengumuman penerima bantuan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di Atrium Lantai 1 Kantor Bupati Minut, Senin (12/10/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Utara, Novly Wowiling, yang mewakili Bupati Joune Ganda, mengatakan 54 kelompok tersebut terpilih melalui proses penjurian dengan mengusung berbagai gagasan yang relevan dengan persoalan lingkungan.
Menurut Wowiling, ide yang diajukan mencakup pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, ketahanan pangan berkelanjutan, hingga edukasi perubahan iklim.
“Yang paling luar biasa adalah cara adik-adik berpikir dan cara mengambil persoalan. Mereka mampu membaca isu di lingkungan sekitar dan merancang solusi yang sesuai. Ini menunjukkan kapasitas inovasi anak muda Minut sangat tinggi,” kata Wowiling dalam sambutannya.
Ia menegaskan, inovasi tidak harus diwujudkan melalui proyek berskala besar. Gagasan sederhana yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar juga dapat memberikan dampak nyata jika dikembangkan dan diterapkan secara tepat.
“54 karya ini menunjukkan tingkat inovasi yang sangat tinggi dan layak untuk dikembangkan,” ujarnya.
Setiap kelompok penerima microgrant berkesempatan memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp17 juta hingga Rp18,5 juta per proyek, sesuai ketentuan program. Dana tersebut diharapkan membantu peserta merealisasikan gagasan yang telah dirancang menjadi aksi nyata.
Wowiling menambahkan, program YCAF tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar generasi muda terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghasilkan solusi terhadap persoalan di sekitarnya.
“Dalam kompetisi pasti ada menang dan kalah. Namun tujuan utamanya adalah pembinaan, agar anak-anak kita tidak berhenti berinovasi sejak dini. Pemerintah daerah hadir hanya memfasilitasi, selebihnya ada di tangan tim juri independen,” tegasnya.
Program YCAF merupakan kolaborasi yang didukung Bloomberg Philanthropies dan Google.org dengan fokus pada penguatan aksi iklim yang digerakkan generasi muda.
Pelaksanaannya di Minahasa Utara juga diarahkan agar menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa, sehingga dampak program tidak hanya terpusat di sekitar ibu kota kabupaten.
Wowiling meminta para penerima bantuan memastikan proyek yang diusulkan dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan berhenti pada gagasan atau dokumen perencanaan.
“Lihat masyarakat sekitar kalian, rancang solusinya. Masukkan unsur budaya terbaik. Saatnya anak muda Minahasa Utara berjaya dan membuktikan bahwa kita mampu memberikan jawaban, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Minut, Sefferson Sumampouw, serta sejumlah pejabat undangan, guru pendamping, siswa, dan perwakilan komunitas pemuda.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap 54 proyek terpilih tersebut dapat terlaksana secara berkelanjutan dan menghasilkan solusi yang berdampak bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. (*)





