Manado-Menanggapi pemberitaan di sejumlah media, Juru Bicara Gubernur Sulawesi Utara, Denny Mangala, menegaskan bahwa Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, sama sekali tidak anti kritik. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dari dinamika demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang sehat.
“Bapak Gubernur sangat terbuka menerima kritik. Bahkan beliau menilai kritik adalah vitamin bagi penyelenggaraan pemerintahan. Namun, perlu digaris bawahi, kritik yang membangun haruslah disampaikan dengan fakta dan data, bukan berdasarkan fitnah, hoaks, atau informasi yang tidak terverifikasi,” tegas Mangala.
Ia menjelaskan, Gubernur Yulius senantiasa mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam kepemimpinan. Karena itu, masukan yang berbasis pada realitas lapangan akan selalu menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan strategis.
“Kritik yang berdasar pada kajian, analisa, dan realita akan memperkaya kebijakan publik. Tetapi bila berbentuk tuduhan tanpa bukti, itu justru merugikan masyarakat karena dapat menyesatkan opini publik,” tambahnya.
- PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
- Kinerja UPTD Pendapatan Wilayah XII Morut Tunjukan Tren Positif, Masih Tri Wulan III, Realisasi PKB Tembus 104 Persen
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Denny Mangala juga mengimbau media dan masyarakat untuk bersama menjaga ekosistem informasi yang sehat, terutama di era digital saat ini, di mana arus informasi begitu cepat menyebar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, katanya, selalu menghargai peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra pembangunan.
“Bapak Gubernur tidak pernah menutup diri terhadap kritik. Tapi mari kita bangun Sulawesi Utara dengan kritik yang cerdas, bermartabat, dan berbasis fakta,” pungkasnya. (*J.Mo)







