Makassar – Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS mendorong agar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersatu dan melahirkan rekomendasi ke pemerintah pusat tentang industri pertambangan agar tidak merugikan daerah.
Hal itu disampaikan pada workshop bertema “Peningkatan kapabilitas ekonomi dan bisnis decision maker di Kawasan Timur Indonesia di sektor mineral dan energi” yang dilaksanakan di Aston Makassar Hotel & Convention Center, Kamis (9/3/2023).
Workshop ini diprakarsai oleh Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya bekerjasama dengan Apkasi dengan peserta para kepala daerah dari Kawasan Timur Indonesia.
Kegiatan ini diawali kata sambutan dari Kepala Bidang Politik dan Ekonomi Konjen AS di Surabaya, Mrs. Roshni Nirody dengan pemateri utama Profesor Ian Lange, Colorado School of Mines dengan moderator Prof. Adi Maulana dari Universitas Hasanuddin Makassar.
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
Bupati Delis mengatakan usul-usul Apkasi pasti dipertimbangkan pemerintah pusat, hal itu telah terbukti dengan perubahan regulasi dalam hal penanganan honorer di seluruh Indonesia.
“Seperti kita tau sendiri pemerintah pusat akhirnya mengubah regulasi tentang penghapusan honorer, dari awalnya semua honorer akan dihapus pada akhir tahun ini, namun kemudian dibatalkan oleh pemerintah pusat. Hal ini terjadi setelah Apkasi memberi pertimbangan,” ujarnya.
Sekjen Apkasi Adnan Purichta Ichsan YL yang juga menjabat Bupati Gowa setuju dengan masukan Bupati Morut tersebut. (MCCD/John)







