Warga Lore Minta Dipersenjatai Untuk Jaga Diri Hadapi Kelompok Teroris Ali Kalora

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berpatroli di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora (Foto : Ist.)

Poso– Kesabaran warga lembah Napu dan Lore, Kabupaten Poso, Sulteng, telah habis menyusul rentetan pembunuhan sadis yang dialami warga Lore oleh kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora, dalam satu tahun terakhir ini.

Kebanyakan warga yang menjadi sasaran pembunuhan kelompok MIT adalah mereka yang tak berdaya dan tak bersenjata, seperti orang tua dan perempuan.

Atas rentetan pembunuhan sadis itu, warga makin diliputi ketakutan. Apalagi yang dihadapi ini adalah kelompok teroris bersenjata otomatis dan tajam, sehingga warga tidak kuasa melawan.

Olehnya, beberapa warga Lore kepada media ini meminta aparat agar mempersenjatai mereka dengan senjata otomatis. Seperti pistol atau laras panjang.

Hal ini dikatakan Edi warga Lore kepada media ini, Rabu (12/05/2021) sore. “Kami minta kepada aparat agar setiap warga Lore terutama yang tinggal dipinggiran kebun agar dipersenjatai, supaya saat melihat kelompok Ali Kalora kami bisa melawan,” kata Edi.

Kalau cuma bermodalkan parang, warga tidak akan bisa melawan kelompok Ali Kalora yang menggunakan bersenjata otomatis untuk menakuti dan menembak warga.

“Seandainya kelompok Ali Kalora ini cuma pakai parang, mungkin kami bisa melawan. Tapi ini mereka pakai senjata otomatis dari jarak 50 meter kami bisa ditembaki,” ujarnya.

Dia mengusulkan, warga Lore bisa dilatih menembak oleh aparat TNI dan Polri dan diberikan izin memegang senjata yang peruntukannya semata-mata untuk membela diri jika bertemu kelompok Ali Kalora. (*/Johnny)

Related posts