Warga Lihunu Tak Lagi Berjalan 7 Kilometer, Pasar Murah Bersubsidi Hadir di Pulau Bangka

oleh -57 Dilihat
oleh

Minut- Perjalanan sekitar 7 kilometer yang sebelumnya harus ditempuh warga Desa Lihunu, Kecamatan Likupang Timur, hanya untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kini tak lagi menjadi keharusan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan menghadirkan Pasar Murah Bersubsidi khusus wilayah kepulauan di Desa Lihunu, Pulau Bangka, Selasa (6/10/2026).

Kehadiran pasar murah ini sekaligus menjawab persoalan akses pangan yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan akibat keterbatasan distribusi dan tingginya biaya transportasi.

Warga Lihunu, Elias Buhago, mengungkapkan bagaimana sulitnya masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Pada pelaksanaan pasar murah sebelumnya di Desa Kahuku, warga Lihunu bahkan harus berjalan kaki untuk berbelanja.

“Kami pernah berjalan kaki sekitar 7 kilometer dari Lihunu ke Kahuku untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah”, kata Elias.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pangan di wilayah kepulauan bukan hanya menyangkut harga, tetapi juga akses. Jarak antardesa dan biaya transportasi membuat masyarakat harus mengeluarkan ongkos lebih untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari.

Situasi ini menjadi semakin penting karena Desa Lihunu merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kategori rawan pangan di Kabupaten Minahasa Utara.

Karena itu, intervensi pemerintah melalui penyediaan bahan pokok bersubsidi dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar setelah mendapat subsidi pemerintah daerah.

Beras premium dijual Rp55.500 per lima kilogram, minyak goreng premium Rp16.000 per kilogram, gula Rp12.000 per kilogram dan tepung terigu Rp7.500.

Sementara telur dipasarkan Rp50.000 per baki, bawang merah Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp25.000 per kilogram, cabai rawit Rp110.000 per kilogram dan daging ayam Rp30.000 per ekor.

Dinas Perdagangan Minahasa Utara menyebut program tersebut tidak sekadar ditujukan untuk menekan harga, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat dan memastikan distribusi pangan dapat menjangkau wilayah yang memiliki tantangan geografis.

Intervensi ini juga dilakukan di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas yang mulai mengalami kenaikan pada musim kemarau.

Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara, Maximilian Tapada, menegaskan bahwa masyarakat kepulauan tidak boleh menanggung beban harga yang lebih tinggi hanya karena faktor jarak dan distribusi.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan intervensi harga dan distribusi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah kepulauan.

“Pasar murah bersubsidi ini diharapkan dapat memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Selain meringankan beban masyarakat, program tersebut diharapkan turut menjaga ketersediaan pangan, memperkuat daya beli warga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

Bagi warga Lihunu, kehadiran pasar murah di desa sendiri juga memangkas beban perjalanan yang sebelumnya harus mereka tanggung hanya untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.