Sulut – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengatakan bahwa berita bohong dapat berkembang lebih cepat seperti deret ukur apabila dibandingkan dengan berita yang bersifat konfirmatif (pelurusan berita) yang diilustrasikan seperti deret hitung.
Hal tersebut dinyatakan Wapres pada Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional FKUB ke-6 Se-Indonesia Tahun 2021, di Hotel Sultan Raja, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Jum’at (19/11/2021).
Lebih lanjut Wapres mengungkapkan, bahwa era digital yang serba mutakhir saat ini memungkinkan informasi tersebar dengan cepat.
Diantara informasi tersebut ada yang bersifat positif, dan ada yang sifatnya negatif termasuk isu-isu yang dapat menimbulkan konflik antar umat beragama antara lain melalui narasi konspiratif dan berita bohong (hoax).
- DPRD Bitung Perpanjang Masa Kerja Pansus Ranperda Penyertaan Modal Di Perumda Air
- Sambut Siswa Baru, SDN Babakansari Gelar MPLS Unik Dengan Semangat Literasi Finansial dan Kearifan Lokal
- Pertama Kali Dipresentasikan di KADIN Pusat, TIFF 2026 Bikin Pengurus Nasional Terpukau: Tomohon Siap Jadi Magnet Investasi
Untuk itu, Wapres berharap agar forum yang diadakan oleh FKUB hari ini dapat memitigasi hal tersebut.
“Saya mengharapkan forum ini juga membahas tantangan tersebut secara mendalam serta menyiapkan langkah antisipasinya,” pesan Wapres.
Dalam forum yang bertajuk “Torang Samua Ciptaan Tuhan” ini, kembali Wapres mengingatkan bahwa kerukunan antar umat beragama merupakan unsur utama bagi terciptanya kerukunan nasional.
Sehingga, seluruh umat harus dapat terus menjaga kerukunan ini agar tidak mudah terpecah belah.
“Kerukunan umat beragama tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus senantiasa kita jaga dan kita pelihara,” pungkas Wapres. (*/JM)








