Tomohon-Optimisme terhadap inflasi di Kota Tomohon untuk mampu dijaga dan dikendalikan diutarakan Wakil Wali Kota Sendy Gladys Adolfina Rumajar SE MIKom.
Saat memimpin rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tomohon triwulan I tahun 2025, Selasa (11/3/2025), Wawali Sendy Rumajar menyebut tiga poin fokus.
Yaitu perkuat koordinasi, tingkatkan efektivitas program pengendalian harga, serta memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tetap lancar.
Diakui Wawali Sendy Rumajar, Kota Tomohon dapat atensi khusus pemerintah pusat saat Rakornas Kementerian setiap Senin.
- Dampingi Wapres Gibran di Perkemahan Pemuda GPdI, Gubernur Yulius Tuai Apresiasi Atas Capaian Prestasi Pembangunan Sulut
- Dualisme Nasdem Bitung, Wenas Pastikan Longkutoy Gantikan Supit Usai Bertemu Surya Paloh
- Bupati Michael Thungari Membuka Kegiatan Pencanangan Dan Penandatangan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sangihe
Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan peningkatan data Indeks Perkembangan Harga (IPH
“Memasuki pekan pertama Maret 2025, IPH Kota Tomohon mengalami kenaikan menjadi ranking 3 tingkat nasional. Atau di angka 9,83 persen,” ujarnya.
Sebelumnya, pada pekan ketiga Februari 2025, IPH Kota Tomohon justru terjadi penurunan tertinggi tingkat nasional. Yaitu sebesar -4,01 persen.
Dilanjutkan pada pekan keempat bulan yang sama IPH sebesar -3,12 persen.
Komoditi yang menyebabkan kenaikan IPH Kota Tomohon berupa cabai rawit merah, cabai rawit keriting dan daging ayam.
“Oleh karena itu sangat diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Itulah yang menjadi kunci utama dalam menjaga inflasi tetap terkendali,” sambung Wawali Sendy Rumajar. (Red)








