Gorontalo-Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis bukan semata-mata soal menyediakan makanan. Lebih dari itu, program ini merupakan upaya strategis untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Hal ini ia sampaikan dalam kunjungan kerja Direktur Kerja Sama dan Kemitraan Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (02/07/2025).
Ridwan menyebut, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) perlu dipahami dalam kerangka besar pembangunan manusia.
“Ini bukan hanya soal makan gratis. Kita bicara peningkatan konsumsi gizi generasi muda, intervensi kesehatan jangka panjang, dan secara ekonomi mendorong perputaran dari hulu ke hilir, dari petani sampai penyedia pangan lokal,” ujar Ridwan.
- Cap Tikus Warisan Budaya Minahasa Mendapat Respons Positif di Jakarta Beat Society 2026
- Dipimpin Kansil, ABPEDNAS Bitung Resmi Dilantik Bersama Srikandi Jaga Desa Dan ASLINMAS. Ini Pesan Walikota
- Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Sangihe, Bupati Michael Thungari Hadiri Perayaan HUT Ke-163 Jemaat Gmist Yerusalem Enemawira
Skema ini tentunya membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, terutama petani dan UMKM penyedia bahan makanan, untuk terlibat dalam ekosistem penyediaan pangan sehat.
Dalam hal itu, DPRD juga mendorong pemerintah provinsi untuk menyiapkan pasokan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga program nasional ini.
“Dorongan ekonominya juga bisa tumbuh lewat pertanian misalnya. Pasokan seperti beras, daging, ikan dan lainnya itu menjadi salah satu penentu juga dalam keberhasilan program ini,” ungkapnya.
Bagi Ridwan, ketika negara hadir lewat makanan bergizi gratis, maka negara juga sedang berinvestasi pada daya saing manusia Indonesia ke depan.
“Ini jangka panjang, kami akan dalami juga apakah ini akan terus berlanjut walau pemerintahan kali ini sudah selesai,” pungkas Ridwan. ***







