Manado- Pembukaan Dies Natalis SMA Negeri 1 Manado berlangsung meriah. Kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw semakin menyemarakkan acara yang digelar Selasa (20/8/2024).
Wagub mengapresiasi SMAN 1 Manado yang sejak dulu boleh dikatakan sebagai salah satu ikon Kota Manado.
Dia mengungapkan di Sulawesi Utara untuk lulusan sarjana hanya 15 persen dari total penduduk. Lulusan SMA 25 persen, sementara lulusan SMP capai 60 persen.
“Jadi anda-anda semua harus berbangga sampai di (jenjang) SMA. Anak-anak harus tunjukkan prestasinya,” ujar Wagub. Steven Kandouw.
- Joune Ganda : LTF Harus Tinggalkan Dampak, Bukan Sekadar Ramai Saat Festival
- Festival Koor Manado 2026 Resmi Diluncurkan, Wawali Richard Sualang: Optimalkan Potensi Manado Sebagai Kota Kreatif
- Buka Akses dan Tumbuhkan Ekonomi Desa Ambara: PLN UP3 Gorontalo Salurkan Bantuan Pembangunan Jalan Usaha Tani
Mengutip kata bijak dari seorang tokoh dunia, Nelson Mandela, Steven Kandouw salah satu alat yang bisa mengubah dunia adalah pendidikan.
“Bagaimana pentingnya pendidikan bisa mengubah dunia, mengubah keluarga anda, dan mengubah pribadi anda,” tukasnya.
Meski begitu dia pun mengingatkan bahwa mendidik pikiran tanpa mendidik hati adalah bencana. Wagub menyebut ini relevan dengan keadaan sekarang di era teknologi.
“Orang pintar boleh tapi orang baik itu mutlak. Didik pikiran juga didik hati,” pesan Steven Kandouw.
Lebih jauh dia mengucapkan selamat merayakan Dies Natalis ke 64 untuk keluarga besar SMAN 1 Manado. Di berharap status sebagai salah satu ikon Manado terus dijaga. Para pelajar pun diingatkan untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang menjadi penyakit di masyarakat. Di antaranya narkoba, judi online hingga pinjaman online.
Kepala Sekolah SMAN 1 Manado, Jemmy Jeremias, mengatakan Dies Natalis tahun ini mengangkat tema Generasi muda hebat, pilar generasi bangsa.
Serangkaian kegiatan siap digelar, di antaranya lomba bola basket, voly dan karate SMA/SMK se-Sulut. (Redaksi)






