Bolmut-Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw hadir dan membuka Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK/SLB Provinsi Sulut yang digelar di Gedung Dharma Wanita, Desa Boroko Timur, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolmut, Kamis (16/5/2024).
Dalam pertemuan ini Steven Kandouw menekankan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mensukseskan program Merdeka Belajar.
Menurutnya program Kemendikbudristek yang diterapkan di tiap daerah tersebut harus lebih dipersiapkan secara matang.
Di dalamnya para guru perlengkapi lewat pembekalan-pembekalan. “Guru-guru harus betul-betul meng-acelerate, meng-upgrade kemampuan mereka,” katanya.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Yang perlu juga disikapi juga yakni kegiatan pramuka. Dia mengatakan meski bukan lagi tergolong ekstrakulikuler yang wajib tapi juga tidak dilarang. Menurutnya banyak juga hal positif yang didapat lewat pramuka, di antaranya memupuk kerja sama, cinta lingkungan dan toleransi. Sehingga perlu juga dibahas program pramuka ini.
Selanjutnya Wagub menuturkan yang tak kalah penting bagaimana melestarikan lokal konten atau kearifan lokal. Di dalamnya tarian dan bahasa daerah.
“Kearifan lokal tolong tetap diperhatikan. Lokal konten ini juga menjadi harapan Pak Gubernur,” tukas Kandouw.
Lebih jauh, dirinya mengingatkan para keoala sekolah dan guru untuk tidak membiasakan budaya hedonisme kepada para murid. Salah satunya dia menyoroti tentang acara kelulusan yang dilakukan secara mewah. Menurutnya sebaiknya kegiatan kelulusan dilakukan secara sederhana. Mengambil contoh dari beberapa negara luar, kelulusan dilakukan di rumah ibadah. Ini juga bisa menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan sekolah-sekolah di Sulut.(*)






