Manado,-Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut upaya menjaga satwa liar yang terancam punah dan dilindungi.
Ini disampaikannya saat hadir dalam Festival Lingkungan 2024 dengan tema Bekeng Sulut Bangga, Jaga Satwa Liar Terancam Punah dan Dilindungi di Manado Town Square 3, Senin (5/8/2024).
“Ikhtiar ini, semangat ini, tindakan ini harus tetap kita gaung-gaungkan,” ujarnya.
Senada dengan pihak pelaksana, Wagub Kandouw menilai acara ini bukan sebatas seremoni belaka, tapi sangat penting.
- Berkontribusi Pengembangan Geotermal di Indonesia, Kementerian ATR/BPN Dapat Penghargaan dari Kementerian ESDM
- Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah
- Mulai 17 Agustus 17 Kantah Terapkan Peralihan Hak Terintegrasi, Urus Balik Nama Maksimal 10 Hari
“Saya percaya Tuhan sudah menciptakan rantai kehidupan di awal penciptaan. (Ada) manusianya, alam, baik flora atau fauna, satu sama lain ada sebab akibat. Hilang satu, pasti mempengaruhi rantai kehidupan itu,” tukas Wagub.
Sehingga itu menjadi tugas bersama untuk menjaga rantai kehidupan, jangan sampai ada yang hilang. Termasuk di dalamnya melindungi satwa liar.
Menurutnya untuk mencapai hal tersebut harus dilakukan bersama secara pentahelix. Di dalamnya pemerintah, masyarakat, komunitas peduli satwa liar, pelajar, pers dan pihak lainnya. Jangan sampai kegiatan memperdagangkan hewan liar, memelihara bahkan mengkonsumsi terus menjadi budaya.
“Kita harus sama-sama punya kesepakatan bahwa ini harus betul-betul kita lindungi,” tegasnya seraya mengapresiasi instansi terkait hingga komunitas yang peduli akan keberadaan satwa liar.
Dia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam pengambilan kebijakan turut mempertimbangkan aspek lingkungan. (Redaksi)






