Manado-Bulan Suci Ramadan 1445 Hijriah harus dimanfaatkan sebagai ajang mempertebal iman dan merajut jalinan tali silaturahmi antar sesama umat beragama.
Pernyataan ini disampaikan langsung Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw saat memberi sambutan pada Buka Puasa Bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Tokoh Agama dan Organisasi Keagamaan di Graha Gubernuran, Kota Manado, Senin (18/3/2024).
Wagub Kandouw menjelaskan substansi puasa bukan hanya sekadar makan dan minum, namun bagaimana mengaktualisasikan tindakan sebagai wujud iman.
“Substansinya lebih dari itu, bukan sekadar makan dan minum bersama tapi kita mengimplementasikan tindakan kita sebagai orang beriman,” jelas Kandouw.
- Bupati Michael Thungari bersama Wabup Tendris Bulahari hadir Sekaligus Membuka Job Fair 2026 di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Gubernur Yulius Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Sulut, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik dan Profesionalisme
- PT Jasa Raharja Sudah Salurkan Rp5,7 Miliar Bagi 416 Korban Lakalantas di Sulut
Menurut orang nomor dua di Sulawesi Utara ini, dis samping menjalani ibadah kita juga silaturahmi, bukan hanya horizontal (sesama muslim), tetapi sesama umat manusia.
Wagub Kandouw mengatakan momentum buka puasa bersama justru bagian dari kontemplasi, sekaligus mengkonsolidasi iman kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
“Hati, pikiran, terutama tingkah laku. Karena kita tahu di bulan suci kita harus berbuat baik sebanyak mungkin,” kata Wagub Kandouw.
Wagub Kandouw menekankan keutamaan kebaikan harus dimulai dari keluarga. Olehnya utamakan istri dan anak.
“Kita lupa kebaikan paling utama adalah kebaikan dengan anggota keluarga kita, suami istri, anak-anak kita, tetangga dan masyarakat dan juga pemerintah,” kuncinya. (*/J.Mo)






