Minut– Wakil Gubernur membuka secara resmi penilaian kinerja penurunan stunting tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (28/5/2024).
Dia meyakini upaya menekan stunting di tiap daerah sudah dilakukan secara maksimal. Namun dari hasil penilaian, ada beberapa daerah yang prevalensi stuntingnya mengalami kenaikan.
Sehingga itu dirinya meminta agar semua pihak terkait di Sulawesi Utara lebih bersemangat dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah-daerah se-Sulut. Terlebih Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan prevalensi stunting.
“Berarti smangat ikhtiar kita harus lebih ditingkatkaan lagi,” ucap Wagub Kandouw.
Sementara daerah yang sukses menurunkan angka stunting, diminta tidak lengah dan tetap fokus. “Karena lebih susah mempertahankan dari pada merebut,” pesannya.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Diapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Wagub Kandouw meminta agar tidak cepat-cepat menyalahkan penilaian tapi hasil ini justru jadi pelecut semangat untuk lebih meningkatkan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini.
“Berarti masih ada cela-cela yang perlu kita upayakan lagi, konsolidasi lagi,” kata Wagub Kandouw.
Menurutnya sosialisasi masalah stunting harus lebih gencar dilakukan dengan melibatkan semua unsur terkait. Lebih fokus lagi dan bekerja lebih keras.
Wagub Kandouw juga mengusulkan agar kampanye dilakukan secara masif bukan hanya pada orang tua tapi juga generasi z. Karena dari pengamatannya di setiap acara pemuda, tidak pernah disinggung masalah stunting.
“Kita harus kampanyekan ini di kalangan generasi z. Sosialisasinya bikin melalui even-even kepemudaan,” terang dia.
Turut hadir tim penilai stunting, Kepala BKKBN Perwakilan Sulut, Kepala Bappeda Sulut, Ketua dan pengurus TP PKK Sulut dan Kabupaten/Kota. (*/J.Mo)








