Wabup Djira Tekankan Integritas ASN, Kapolres Junaidy Gaungkan Polisi Bersama Masyarakat

oleh -854 Dilihat

Tompira-Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara ( Morut) H Djira K SPd MPd, menekankan pentingnya kompetensi, integritas, dan etika dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Sementara itu, Kapolres Morut, AKBP Junaidy Anthonius Weken SIK, mengajak aparatur Pemerintah memperkuat kepedulian sosial melalui semangat ” Polisi Bersama Masyarakat”.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I di Gedung Diklat BKPSDMD Morut, Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kamis (29/10/2026) pagi.

Kegiatan ini diikuti 81 peserta Latsar Angkatan XXV dan XXVI.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Djira, membawakan materi literasi administrasi Pemerintahan. sedangkan Kapolres Junaidy, memberikan pembekalan mengenai pelayanan publik, pengabdian, dan pentingnya membangun hubungan yang baik antara aparatur negara dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Wabup Djira, menekankan, bahwa aparatur pemerintah harus memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurut dia, kemampuan administratif perlu diimbangi dengan sikap profesional, disiplin, dan kesadaran bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Aparatur Pemerintah harus menempatkan masyarakat sebagai pihak yang dilayani. Karena itu, kompetensi dan pemahaman terhadap administrasi Pemerintahan menjadi bekal penting agar tugas dapat dilaksanakan secara profesional dan tepat sasaran,” demikian inti pesan yang ditekankan dalam pembekalan tersebut.

Sementara itu, Kapolres Junaidy, menegaskan, kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut, bukan semata-mata untuk berbicara mengenai penegakan hukum, melainkan juga membangun kemitraan dengan aparatur Pemerintah dan masyarakat.

Ia mengajak, para peserta memahami bahwa keberhasilan seorang aparatur tidak hanya diukur dari penilaian pimpinan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

” Polisi bersama masyarakat,” seru Junaidy yang disambut aplaus para peserta.

Menurut Kapolres Junaidy, ada tiga hal penting yang perlu menjadi pegangan aparatur negara, yakni kompetensi, loyalitas dalam pengabdian, serta integritas.

Ia mendorong peserta memanfaatkan pelatihan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan. Pengalaman orang lain, baik keberhasilan maupun kegagalan, juga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kualitas kerja.

Ia menambahkan, loyalitas harus diwujudkan melalui kesungguhan dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan serta komitmen untuk mengutamakan kepentingan masyarakat.

Ia juga mengingatkan, agar aparatur tidak bekerja secara sektoral. Ketika masyarakat menghadapi persoalan yang berada di luar kewenangan suatu instansi, aparatur diharapkan tetap membantu melalui komunikasi dan koordinasi dengan perangkat daerah atau lembaga terkait.

“Jangan hanya berpikir bahwa suatu masalah bukan urusan Dinas kita. Kalau masyarakat membutuhkan bantuan, kita harus bisa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Instansi yang berwenang,” tegasnya.

Kapolres Junaidy, turut menyoroti pentingnya kejujuran dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program pemerintah. Menurut dia, integritas harus menjadi landasan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggung jawaban kegiatan, agar manfaat anggaran benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kemampuan akademik dan pengetahuan teknis harus berjalan beriringan dengan etika. Setinggi apa pun pendidikan dan kemampuan seseorang, tanpa etika yang baik, nilainya tidak akan berarti. Kompetensi harus disertai sikap dan integritas,” tukas mantan Kasat Reskrim Polres Parimo ini. (*/NAL)

No More Posts Available.

No more pages to load.