Morut – Wakil Bupati (Wabup) Morowali Utara (Morut), H Djira K SPd MPd, meminta kepada Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijajaran Pemda Morut, agar bisa mengakomodir dengan baik, seluruh usulan prioritas satu yang ada di Desa di tahun 2024.
Pernyataan tersebut, di sampaikan Wabup Djira, saat membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat Kabupaten Morut 2023, di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Rabu (15/03/2023).
Adapun tema yang di usung dalam Musrembang kali ini, adalah Pemantapan Dan Perluasan Rantai, Nilai Ekonomi Untuk Memperkuat Daya Saing Daerah.
Hadir dalam kegiatan itu, Unsur Forkopimda Morut, Pejabat Eselon II, III, IV dijajaran Pemda Morut, Ketua KPUD Morut, Yusri Ibrahim SE, para Kepala Desa (Kades), serta sejumlah tamu undangan lainnya.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Pada kesempatan itu, Wabup Djira, memaparkan sejumlah keberhasilan program Pemda Morut selama 2022 , seperti menekan angka kemiskinan hingga turun 12, 58 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan, serta meningkatnya ekonomi makro dimasyarakat.
” Pembangunan Infrastruktur jalan dan jembatan juga mengalami peningkatan cukup signifikan di 2022, ” kata Mantan Kadisdikbud Morut.
” Kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk DPRD Morut yang sudah merealisasikan pokok – pokok pikirannya (Pokir) bagi kepentingan masyarakat banyak, ” ujar Wabup Djira.
Sementara itu, Ketua Panitia Musrembang, Anugrah Kristanto Toweula, melaporkan, tujuan digelarnya Musrembang tersebut, sebagai acuan dasar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Morut di 2024 nantinya.
” Harapan kami lewat Musrembang ini, sinersitas dari semua stakehoulder yang ada, akan melahirkan satu kesatuan kebijakan pembangunan yang simultan dan terencana dengan baik di 2024, ” jelas Kris Toweula. (NAL)








