Morut-Upaya dan kerja keras Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali Utara (Morut) dibantu tim Basarnas Morowali serta warga setempat, untuk menyisir serta mencari keberadaan salah seorang warga Desa Onepute, Iwan Setiawan (43), yang sehari – harinya berprofesi sebagai nelayan pencari kerang meti yang dikabarkan hilang sejak tiga hari lalu di seputaran bantaran sungai Laa, akhirnya membuahkan hasil.
Korban ditemukan dalam keadaan mengapung dan sudah tak bernyawa di bantaran sungai Laa, wilayah Desa Tompira Kecamatan Petasia Timur, sekitar 500 meter dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, Sabtu (02/03/2024), sekitar pukul 08.10 wita pagi.
Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Morut, Lorempada Lori, SH yang dikonfirmasi media ini, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, korban hilang tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan mengapung sekitar 500 meter dari TKP awal, pada pukul 08.10 wita pagi ini.
“Korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, sekitar 500 meter dari TKP awal. Ini adalah upaya konkrit yang dilakukan BPBD Morut, dibantu tim Basarnas Morowali, serta warga setempat, yang terus bekerja maksimal selama tiga hari ini, ” kata mantan Kabag Perekonomian Pemda Morut itu.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Seperti yang diberitakan sejumlah media sebelumnya, korban Iwan Setiawan merupakan salah seorang nelayan pencari kerang meti di di kabarkan hilang dibantaran sungai Laa tiga hari sebelumnya.
“Korban saat itu, sedang mencari kerang meti bersama anak dan rekannya dibantaran sungai Laa, tepatnya diwilayah Desa Tompira. Penyelaman dilakukan dengan menggunakan alat kompresor. Saat menyelam tiba- tiba selang kompresor yang digunakan sebagai alat pernapasan terlilit akibat derasnya arus sungai. Korban sendiri berusaha untuk naik kepermukaan, namun upayanya gagal karena saat menyelam korban memakai alat pemberat besi di badannya, ” jelas Kades Onepute, Suhardin Sakaria, menirukan penjelasan anak korban.
Hingga berita ini tayang, korban telah dievakuasi menggunakan Ambulance Desa Onepute, dan selanjutnya akan dikebumikan dikampung halamannya di Desa Onepute, Kecamatan Petasia Barat. (NAL)






