Tutup Lokakarya 7 CPGP Angkatan 9 Morut, Bupati Delis : Jadilah Motor Penggerak Bagi Peningkatan Kualitas SDM Peserta Didik

oleh -223 Dilihat

Morut – Bupati Morowali Utara (Morut) Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, meminta kepada 24 Calon Pendidikan Guru Penggerak (CPGP) Angkatan 9 Morut, bisa menjadi motor dan penggerak bagi peningkatan kualitas Sumber Daya (SDM) peserta didik yang ada di bumi tepo asa aroa tercinta.

“Terima kasih buat kemauan dan semangat ke 24 CPGP untuk mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Ditangan bapak dan ibu kami titipkan peningkatan kualitas dan SDM yang ada di Morut, ” ujar orang nomor satu di Morut itu, saat menutup seluruh rangkaian kegiatan Lokakarya 7 (terakhir) Panen Hasil Belajar Angkatan 9 Morut selama 6 bulan terakhir, di ruang pola kantor Bupati Morut, Sabtu (27/04/2024) siang.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Morut, Febriyanthi Hongkiriwang Ssi Apt, Kadisdikbud Morut, Moh Ridwan Dg Malureng, sejumlah pejabat eselon II dan III dijajaran Pemda Morut, 24 CPGP Angkatan 9 Morut, para Kepala Sekolah ( Kepsek) dan Pengawas di Morut, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Delis, mengatakan, Pemda Morut saat ini terus memfokuskan pada peningkatan SDM, karena hanya dengan demikianlah pengembangan dan kemajuan daerah itu bisa tercapai dengan baik.

“SDA yang ada akan habis, tetapi SDM tidak akan pernah habis. Untuk itu terus kembangkan dan tingkatkan kompetensi yang dimiliki, demi mewujudkan masyarakat Morut yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS).

Pada kesempatan itu, Bupati Delis, menyerahkan secara simbolis bantuan laptop kepada 24 CPGP Angkatan 9, sebagai bentuk komitmen positif Pemda Morut, dalam meningkatkan kualitas SDM dan mutu pendidikan yang di bumi Morut.

“Sekali lagi terima kasih buat ke 24 CPGP Angkatan 9 yang telah memberi diri untuk mengikuti kegiatan ini. Teruslah menjadi motor dan penggerak bagi pengembangan SDM di bumi tepo asa aroa tercinta, ” tukas Politisi Senior DPP Partai Hanura itu.

Diakhir Lokakarya tersebut, Bupati Delis, berkesempatan mengunjungi seluruh stand pameran para CPGP yang menampilkan seluruh hasil karya dan kerja- kerja mereka selama 6 bulan menempuh pendidikan itu. Uniknya lagi ke 24 CPGP yang ada semuanya menggunakan pakaian adat yang menjadi ciri khas daerah yang ada di sekolahnya masing – masing.(NAL)

No More Posts Available.

No more pages to load.