Talaud – Akibat belum juga menerima haknya berupa gaji, para Tenaga Kesehatan (Nakes) menggelar demo di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud, Senin (06/11/2023).
Adapun massa bergerak dari pusat Kota Melonguane menuju Kantor Bupati selanjutnya Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud.
Dalam aksinya mereka menuntut gaji yang belum terbayarkan selama dua bulan. Bukan hanya ASN, nakes Tenaga Harian Lepas (THL) juga belum dibayar selama 7 bulan.
Dalam orasinya, para nakes ini mempertanyakan hati nurani para jajaran Pemerintah Kabupaten Talaud, karena merasa tidak dihargai.
- Wakili Gubernur Sulut, Sekwan Silangen Hadiri Pembukaan Turnamen Minahasa Selatan Bermazmur 2026
- Disnakerda Sangihe bersama Yayasan Sinibantu dan PT. Annur Jaya Gelar Pembekelan Bagi 42 Calon PMI Di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Audiensi Bersama Bupati Gorontalo, Tim Sekretariat DPRD Paparkan Kesiapan Temu Wicara PENAS XVII
“Apakah kami nakes tidak dianggap? Adakah sedikit empati kepada kami? Di saat kami susah, kalian duduk tenang,” ujar seorang orator, disambut riuh para nakes.
Mereka kecewa, meski tenaga kesehatan di Kabupaten Talaud terus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tidak diindahkan Pemkab.
“Lihat saja waktu pandemi covid-19, kami para nakes dam pegawai meskipun ada rasa was-was tetap menjalankan tugas serta peduli akan nyawa sesama sehingga mempertaruhkan diri untuk membantu dalam penanggulangan wabah,” lanjutnya.
Gaji, kata mereka yang seharusnya didapatkan untuk menyambung kehidupan ‘dirampas’.
“Kami seperti sapi perah. Apa yang diperlakukan kepada kami saat ini sungguh tidak manusiawi. Apakah kami tidak dianggap? Wahai para petinggi, berikan gaji kami,” sebut mereka.
Orator lainnya menyebut, gaji nakes seharusnya dianggarkan selama satu tahun APBD induk atau 12 bulan. Bukan sembilan bulan.
“Gaji pokok itu harus dianggarkan pada APBD selama 12 bulan. Kita hanya terima 9 bulan. Sisanya ke mana? Yang kami tahu ada enam kali bergeseran APBD. Kalau dibilang pergeseran APBD untuk membeli alkes (alat kesehatan), setiap kami memgeluarkan resep selalu beli di luar,” tegasnya.
“Soal masalah perubahan anggaran itu masalah politik yang kami tidak mau ambil pusing,” lanjutnya. (*)








