Manado-Terobosan hebat dalam program ODSK dalam menyiapkan peraturan daerah (Perda) ornamen budaya di Sulut.
Salah satu program dalam menunjang perda ornamen budaya lewat seminar hasil kajian ornamen kain tradisional merupakan kegiatan yang sangat strategis sebagai bagian lanjutan dari pendataan dan penulisan kajian ornamen kain tradisional.
Hal ini diungkapkan Kadis Kebudayaan Janni Lukas SPi, MSi, Rabu (10/05/2023).
“Sekarang dalam kegiatan ini tinggal mendengarkan hasil kajian dan penulisan lewat data dari kabupaten/ kota, Ini kegiatan strategis disbud melalui museum daerah karena melakanakan kegiatan ini mendapatkan data informasi keberadaan ornamen kain dan motif tradisional, ” jelas Lukas.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
Lanjut Lukas, setelah mendapatkan hasil kajian, kedepan bisa dibuat pameran dipublikasi ke masyarakat.
“Jadi kegiatan bukan sampai pameran dilanjutkan kajian lebih luas bahkan akan dilaporkan dan disampaikan ke Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw untuk dibuat surat edaran bahwa Sulut punya ornamen kain yang dalam berbagai bentuk seperti seragam atau batik dan orneman di gedung pemerintah dan gapura di daerah, ” jelas Lukas.
Lukas memberikan apresiasi kepada tim kajian Drs Daud Elias Pangkey MPd sebagai koordinator tim ahli kajian kain tradisional Drs Jerry Manus MSn dan Jemmy Manus SPd, bahkan jajaran Disbud yang telah bekerja untuk mendukung program untu Sulut semakin Hebat.
Hadir dalam kegiatan tim dari Bolaang Mongondow Selatan, Boltim, Bolmut dan Sangihe. (***)





