SITARO-Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyikapi situasi terbatasnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini dirasakan di wilayah kepulauan.
Perlu kami sampaikan bahwa kondisi ini tidak disebabkan oleh pengurangan jatah BBM maupun adanya kebijakan baru, melainkan karena terjadinya keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM ke wilayah Sitaro.
Kapal yang biasanya melakukan pengiriman dua kali dalam sebulan, untuk sementara hanya dapat beroperasi satu kali akibat dua faktor utama, yakni:
-
Cuaca buruk yang melanda perairan sekitar selama beberapa minggu pada bulan September lalu, dan
BACA JUGA- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
-
Kendala teknis berupa kerusakan salah satu kapal pengangkut yang selama ini melayani jalur distribusi ke daerah kepulauan.
Dengan demikian, pasokan BBM yang tersedia saat ini merupakan jatah pengiriman bulan September yang baru dapat tiba pada bulan Oktober 2025.
Pemerintah Daerah bersama pihak Pertamina, penyalur resmi, dan instansi terkait lainnya terus melakukan koordinasi intensif agar pasokan BBM segera kembali normal. Pemerintah juga memastikan distribusi dilakukan secara adil dan merata kepada seluruh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sitaro mengajak masyarakat untuk tetap sabar, tidak panik, serta menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan prioritas masing-masing.
Pemkab berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah percepatan, pengawasan, dan koordinasi lapangan agar pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga dengan baik.“Dengan kebersamaan dan kesabaran, setiap kendala dapat kita lalui dengan damai dan penuh pengertian,”
Mari kita hadapi situasi ini dengan semangat gotong royong dan saling pengertian, menjaga ketertiban, serta memperkuat rasa persaudaraan demi kemajuan dan ketenangan bersama di Kepulauan Sitaro yang kita cintai. (*Ighel)








