Morut-Sejumlah warga yang merasa terganggu dengan ulah pihak tertentu dari luar yang bermaksud menggelar aksi demo, menemui Bupati Morowali Utara (Morut), Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, di ruang kernya, Senin (11/08/2025) siang.
Saat itu hadir Ketua Kerukunan Keluarga Mori Tongku Towatu (KKMTT), Abbas Matoori, Sekretaris Umum (Sekum) KKMTT Ebet Kristos Lasiuta SPd MPd, tokoh Gerakan Pemuda Adat Mori Bersatu (GPAMB), Yusril Kayoa, IPNU, serta beberapa anak muda lainnya.
Kepada Bupati Delis, para pemuda dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam “Mori Bersatu” menyatakan rasa aneh dan menolak dengan tegas adanya orang luar yang tiba-tiba mau datang demo di kantor Bupati, tanpa alasan dan identitas yang jelas.
Sebagai bentuk penolakan mereka, beberapa pemuda memasang spanduk yang berisi “ormas taruna Wita Mori menolak keras segala bentuk aksi demonstrasi oleh pihak luar yang bertujuan memecah belah persatuan dan kerukunan di Kabupaten Morowali Utara”.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Diapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Isu aksi demo itu beredar dua hari ini. Berdasarkan pemberitahuan, aksi demo itu akan dilaksanakan oleh kelompok yang mengatasnamakan Serikat Aktivis Mahasiswa Indonesia.
Dalam pemberitahuan itu disebutkan, mereka akan melakukan demo pada Senin (11/8/2025) pukul 10.00 wita, dengan sasaran kantor Bupati dan kantor Kejari Morut. Namun hingga menjelang malam, tidak ada satu pun yang muncul.
” Kabarnya yang mau demo itu dari luar Morut. Tidak jelas, tapi cukup mengganggu kenyamanan masyarakat. Kita di sini tenang-tenang saja. Kenapa ada orang luar yang mau datang bikin ribut ini daerah,” tegas Ketua KKMTT, Abbas Mato’ori.
Pada kesempatan itu, Bupati Delis, berpesan agar kondisi keamanan yang ada saat ini, tetap dijaga dan dipelihara oleh semua elemen masyarakat.
Ia juga berterima kasih kepada para tokoh masyarakat dan pemuda yang merasa terpanggil untuk menjaga kenyaman daerah bumi tepo asa aroa tercinta. (Ale/Ryo/NAL)






