Sulut – Menindaklanjuti terbentuknya Asosiasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Nusantara ditingkat Nasional, maka Dewan Pimpinan Wilayah APMDN Sulawesi Utara menggelar spesial event Deklarasi Pembentukan Asosiasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (APMDN) se-Sulawesi Utara yang mengambil tempat di Desa Lobong, Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondouw (Bolmong).
APMDN selanjutnya akan menjadi wadah perjuangan bagi seluruh Pendamping Desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Terdekat adalah memfasilitasi agar proses sertifikasi Pendamping Desa baik dari tingkat Desa maupun sampai tingkat Nasional berjalan sesuai dengan tuntutan regulasi.
Dalam pernyataannya Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Nusantara (APMDN) Provinsi Sulawesi Utara Green Manueke, S.Kom,M.Si, menyampaikan bahwa Asosiasi pendamping desa hadir untuk memenuhi kewajiban pemenuhan kompetensi pendamping dalam menjalankan tugasnya.
“Kedepannya APMDN akan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh pendamping desa tersertifikasi.” Ujar Manueke.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
Senada dengan itu, Ketua DPC APMDN Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang baru saja menerima mandat Yance Sonith, S.Kel, mengatakan bahwa dengan terbentuknya Asosiasi ini maka Pendamping dari tingkatan paling bawah memiliki wadah advokasi pengembangan kapasitas maupun peningkatan kesejahteraan.
Selain spesial event Deklarasi APMDN se-Sulawesi Utara,juga dilakukan Bimbingan Teknis Sertifikasi Tenaga Pendamping Profesional dan rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Sulawesi Utara.
Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan rapat koordinasi pendamping profesional dengan terus menggemakan slogan Pendamping Desa Bisa!. (*)








