MELONGUANE – Masalah pelayanan dasar publik masih menjadi persoalan kompleks di Kabupaten Kepulauan Talaud. Di dalamnya ada sektor kesehatan.
Kurangnya fasilitas maupun obat kerap kali dihadapkan ke masyarakat. Terbaru, Andika Satria Londoran warga Melonguane ikut merasakan betapa apesnya kalau menjadi seorang pasien.
Korban kecelakaan ini harus dirujuk ke Manado karena keterbatasan fasilitas kesehatan di Talaud. Sedikit beruntung, dalam perjalanan ke Manado, korban bersama keluarga bertemu Pjs Bupati Talaud, Fransiscus Manumpil.
“Beliau (Pjs Bupati) langsung mengakomodir perjalanan kami. Semua aman sampai di Rumah Sakit ODSK,” kata Andreas Londoran ayah pasien.
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
- Sekda Edwin Roring: ASN Tomohon Harus Jujur, Bertanggung Jawab dan Sukseskan TIFF 2026
- Hak Jawab UNG Terkait Berita ‘Biar Gubernur’, Diduga Diintimidasi, Mahasiswa Komunikasi UNG Pilih Seret Kajur ke Ombudsman
Andreas mengatakan, saat dirawat di RSUD Talaud anaknya perlu di-CT Scan. Namun karena di rumah sakit tersebut tidak lengkap fasilitas harus dibawah ke Manado.
“Sampai di pelabuhan saya juga bingung. Kalau naik jasa transportasi ke rumah sakit membutuhkan bantuan orang lain. Tapi beruntung ada Pak Bupati,” sebut dia.
Pjs Bupati, kata dia, langsung memfasilitasi ambulance dari RSUD ODSK. Tak berselang lama petugas datang dan semua berjalan lancar sampai di rumah sakit.
“Bisa dibayangkan kalau pada saat itu tidak bertemu Pak Bupati. Tentu kami sangat kerepotan juga. Harus mencari mobil dan bantuan banyak orang,” sebut dia.
Ia pun berterimakasih kepada Pjs Bupati Fransiscus yang sudah memfasilitasi berbagai keperluan hingga bisa sampai pada tujuan, yakni rumah sakit rujukan.
“Beliau orangnya responsif. Diharapkan kedepan pemeritah lebih bijak dalam persoalan pelayanan dasar publik, khususnya di bidang kesehatan,” tandasnya. (*)






