oleh

Tak Mampu Atasi Kelangkaan Gas LPG, Boven Sarankan Mundur Dari Jabatan

 

Bitung, Redaksisulut – Kelangkaan pendistribusian gas LPG subsidi tiga kilogram di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kembali terjadi kelangkaan.

Hal itu terlihat mulai dari adanya keluhan di grup media sosial serta perbincangan di tengah masyarakat Kota Bitung.

Adapun beberapa postingan warga dalam grup Medsos Facebook.

“kiapa ini gas LPG 3Kg pe susah mo dapa? sore ada, Depe besok so abis. apa sebenarnya yg bekeng ini gas 3Kg pe susah mo cari??”. Tulis Akun Grace Young.

“Ppkm silakan lanjut,tpi ele momasa susah lpg gas langka mocari di area mnambonembo ,coba jelaskan bapak yg terhormat dewan kota bitung”. Tulis Akun Melchior Eqm Rambing.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Pemkot Bitung, Rolien Dipan saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendengar adanya kelangkaan gas LPG subsidi tiga kilogram di tengah masyarakat. Kamis, (19/8/2021).

“Tim sudah turun ke lapangan (Turlap) untuk mengecek secara langsung di ke empat agen yang ada di Kota Bitung dengan hasil adanya ketambahan pangkalan di beberapa agen”. Katanya seraya menyampaikan bahwa walau adanya penambahan pangkalan, itu tidak mempengaruhi pendistribusian gas LPG kepada masyarakat.

Lanjutnya bahwa, untuk kuota gas LPG tiga kilogram bagi warga kurang mampu sebenarnya sudah mencukupi, namun masih banyak rumah makan (RM) yang seharusnya tidak menggunakan tabung gas LPG subsidi tetapi sampai saat ini masih menggunakannya.

“Kami sudah beberapa kali sidak dan mendapati rumah-rumah makan yang masih menggunakan tabung gas LPG dan untuk data terbaru, Kota Bitung memiliki kuota tabung gas elpiji sebanyak 1.704.622 buah dari empat agen dan 421 pangkalan. Ucapnya.

Menanggapi hal ini, salah satu aktivis Kota Bitung, Muzaqir Boven menyampaikan bahwa, mengenai kelangkaan gas LPG tiga kilogram ini, dirinya sangat berharap Kabag Ekonomi Pemkot Bitung jangan hanya menggunakan teori pasrah.

“Harusnya sudah ada inovasi dan cara kerja baru untuk memecahkan persoalan-persoalan kelangkaan gas LPG tiga kilogram yang setiap tahunya terjadi”. Kata Boven.

Dirinya juga menyampaikan bahwa, untuk kelangkaan gas LPG tiga kilogram pada akhir-akhir ini terjadi karena kemungkinan banyak dimonopoli oleh golongan-golongan tertentu.

“Kebutuhan gas saat ini meningkat karena, aktifitas masyarakat dibatasi akibat pandemi Covid-19. Harusnya dari awal hal seperti ini sudah diprediksi oleh seorang Kabag Ekonomi”. Katanya seraya menyarankan bahwa, jika seorang Kabag tidak mampu mengimbangi kinerja Pimpinan, sudah seharusnya dari sekarang mundur dari jabatan itu. (Wesly)