Manado-Suasana hangat dan penuh optimisme mengiringi momen pergantian kepemimpinan Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara. Ketua terpilih, Standius Bara Prima Lumbaa S.Ikom M.Ikom, yang akrab disapa “Bro Bara”, tampil membumi dalam sambutannya, menegaskan komitmen untuk membawa organisasi lebih dekat dengan rakyat.
Dengan mengangkat filosofi “sitou timou tumou tou”, Bro Bara mengajak seluruh kader untuk tidak sekadar menjadi bagian dari organisasi, tetapi menjadi pelayan masyarakat yang hadir langsung di lapangan.
“Anggota harus turun ke masyarakat, siapkan barisan, dan menangkan hati rakyat dengan santun dan cerdas,” tegasnya.
Sapaan “Bro Bara” yang melekat padanya mencerminkan gaya kepemimpinan yang inklusif dan dekat dengan generasi muda. Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, TIDAR mampu menjadi kekuatan baru yang membawa Sulawesi Utara “terbang” lebih tinggi.
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
- Sekda Edwin Roring: ASN Tomohon Harus Jujur, Bertanggung Jawab dan Sukseskan TIFF 2026
- Hak Jawab UNG Terkait Berita ‘Biar Gubernur’, Diduga Diintimidasi, Mahasiswa Komunikasi UNG Pilih Seret Kajur ke Ombudsman
Dukungan juga datang dari Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, yang menilai peran TIDAR sangat strategis dalam mendorong partisipasi anak muda. Ia menyoroti potensi besar daerah yang harus dikelola dengan visi berkelanjutan melalui konsep “Sky Blue and Green Zero Emission”.
“TIDAR sangat penting untuk mengajak anak muda bergiat di sektor produktif seperti bertani, berkebun, dan berolahraga. Sudah baik, tapi harus lebih aktif lagi,” ujar gubernur. Ia juga menyampaikan kebanggaannya serta harapan agar TIDAR terus bersinergi dengan pemerintah, TNI, dan Polri demi mewujudkan Indonesia yang asri.
Sementara itu, Ketua Umum TIDAR,mengungkapkan rasa bangga atas perkembangan TIDAR di Sulawesi Utara yang dinilainya semakin menunjukkan semangat kontribusi anak muda terhadap bangsa.
“Yang kita kejar bukan bentuk, tapi fungsi. TIDAR harus hadir sebagai solusi,” tegasnya.
Ia juga memberikan penghormatan kepada atas dedikasinya, serta menegaskan bahwa kepemimpinan kini dipercayakan kepada Bro Bara karena potensi besar yang dimilikinya untuk membawa organisasi melangkah lebih jauh.
“Program TIDAR harus jelas. Kita harus jadi solusi saat anak muda menghadapi berbagai permasalahan,” pungkas Saraswati.
Dengan energi baru di bawah kepemimpinan “Bro Bara”, TIDAR Sulawesi Utara diharapkan semakin solid, progresif, dan mampu menjadi jembatan antara generasi muda dan kebutuhan nyata masyarakat. Sebuah awal baru, di mana semangat anak muda tak hanya berkobar, tetapi juga berdampak. (*)








