Tahuna – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, merespon peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari stasiun Meteorologi maritim Bitung.
Dalam peringatan dini tersebut dikatakan waspadai banjir pesisir atau (rop) akibat fase bulan purnama terhitung dari hari ini 17 sampai 20 Januari 2022, terjadi pasang air laut maksimum yang lebih siknifikan terjadi di wilayah pesisir Utara dan Timur Sangihe.
Juga dalam peringatan itu agar masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi akibat fenomena alam tersebut.
Menyikapi hal itu, pemerintah melalui sekretaris daerah Herry Wolf mengatakan, agar masyarakat tidak mengabaikan setiap informasi yang di keluarkan oleh BMKG bila perlu mengudate informasi setiap saat agar mengetahui perkembangan cuaca di wilayah kepulauan Sangihe.
- Akrab dan Penuh Rasa Syukur, Warga RT 04 Desa Lebak Anyar Gelar Syukuran Bersama Bhabinkamtibmas dan Tokoh Masyarakat
- Meriah dan Penuh Kehangatan, Warga RT 16 Lebak Anyar Gelar Lomba Pukul Plastik Peringati HUT ke-81 RI
- Piala Soeratin U-17 Perebutkan Trofi Gubernur Sulut, PSKT Tomohon Jadi Tuan Rumah
“Pemerintah tentu mendorong masyarakat agar tetap waspada bila perlu harus update informasi terbaru terkait perubahan cuaca” kata Wolf.
Menurutnya, wilayah kepulauan Sangihe memang cuacanya sewaktu-waktu berubah jadi perlu informasi dini agar masyarakat khususnya para nelayan dapat mengakses dan mengetahui perkembangan cuaca sehingga terhindar dari musibah.
Selain itu kata Wolf, banjir rop sering terjadi di wilayah kepulauan Sangihe dan fenomena ini menjadi hal biasa air bisa naik sampai menggenangi jalan termasuk area pasar Towoe. “Ini sering terjadi di Sangihe akan tetapi kita tetap waspada” kunci Wolf. (*/YL)







