MANADO – Dukungan politik untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Manado nomor urut 2 Sonya Selviana Kembuan dan Syarifudin Saafa (SONYA-SYARIF) dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manado tahun 2020, tak pernah berhenti.
Hal ini dibuktikan dengan munculnya relawan-relawan SONYA-SYARIF yang memiliki komitmen tinggi untuk mengawal paslon dengan tagline ‘Beking Sampe Jadi‘ itu memenangkan pertarungan menuju Pemimpin Kota Manado

Pastor Marianus Toiyo,Pr
Salah satunya relawan Katolik “In Hoc Signo Vinces” yang merupakan perwakilan gereja Katolik se-Kevikepan Manado.
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
- Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
Untuk memantapkan dukungan mereka kepada paslon SONYA-SYARIF, dilaksanakan pembekalan yang dihadiri calon Walikota Sonya Selviana Kembuan dan Ketua Tim Pemenangan SONYA-SYARIF, Hi Amir Liputo, di Wisma Lorenzo Lotta Pineleng, Sabtu (10/10).

Pastor Chris Ludong,Pr
Tampil sebagai narasumber Penasehat Gerakan Moril Legio Christy (LC) Keuskupan Manado Pastor Marianus Toiyo, Pr yang memberikan motivasi terkait iman Katolik dengan politik.
Juga Pastor Chris Ludong, Pr dari Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Manado yang menjelaskan perspektif Gereja Katolik terhadap politik.
“Politik itu baik, politik itu tidak kotor, yang kotor adalah politikusnya atau orangnya jika dibawa dalam hal-hal yang tidak baik,”ujar Pastor Ludong.

Sementara, Ketua Tim Pemenangan SONYA-SYARIF, Hi Amir Liputo menjelaskan apa saja yang akan dikerjakan paslon SONYA-SYARIF sesuai visi dan misi keduanya.
“Umat Katolik marilah menjadi agen-agen perubahan yang baik dimanapun berada terlebih khusus di Kota Manado,”ujar Liputo.
Kegiatan pembekalan tersebut digelar bertepatan dengan umat Katolik menyambut beatifikasi Carlo Acutis calon orang kudus (beato) Orang Muda Katolik (OMK) yang berumur 15 Tahun.(*)





