Manado-Rapat teknis bersama jajaran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dipimpin Walikota Andrei Angouw, di ruang rapat Walikota, Selasa (6/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal diantaranya, operasionalisasi Perumda Pasar, penataan infrastruktur, serta pengelolaan aset daerah.
Pihak Perumda Pasar dihadiri langsung Direktur Utama dr Lucky Senduk beserta jajaran direksi lengkap termasuk Kabag Umum Perumda Pasar.
Dari Pemkot Manado tampak hadir Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Kota Manado David Kambey SE juga Ketua Banwas Novie Lumowa serta sejumlah pejabat teknis terkait lainnya.
Dalam paparannya, pihak Perumda Pasar membeberkan kondisi terkini terkait pendapatan perusahaan, kondisi kesehatan keuangan, serta berbagai beban pembiayaan yang harus ditanggung. Rincian beban yang dipaparkan mencakup kesejahteraan karyawan seperti penyediaan seragam, santunan duka pegawai, honorarium, dan upah.
Selain itu, dibahas pula beban operasional lainnya seperti biaya kebersihan, listrik, perlengkapan operasional, rekaman vendor, penunjang rapat, keamanan dan ketertiban (Kamtib), hingga beban perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur pasar.
Isu perpajakan juga menjadi sorotan tajam dalam rapat ini. Wali Kota Andrei Angouw memberikan perhatian khusus (konsen) pada aspek Pajak Penghasilan (PPh).
Ia secara langsung menelaah dan melihat besaran nilai pajak yang dilaporkan untuk memastikan transparansi dan kepatuhan pengelolaan keuangan perusahaan.
Menanggapi seluruh pemaparan tersebut, Walikota memberikan sejumlah catatan, pernyataan, dan pertanyaan kritis kepada jajaran direksi.
Walikota menegaskan pentingnya Perumda Pasar untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara optimal.
“Saya berharap agar Perumda Pasar dapat menjalankan tupoksinya dengan baik, menerapkan manajemen yang sehat, dan tentunya kesejahteraan karyawan terjamin dengan baik sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” tegas Wali Kota.
Lebih lanjut, Wali Kota menginginkan agar setiap pasar di bawah naungan Perumda tidak sekadar menjadi tempat transaksi, melainkan bertransformasi menjadi wahana pertemuan publik yang menyenangkan, baik bagi para penjual maupun pembeli.
Secara khusus di akhir rapat, Walikota memberikan instruksi terkait penataan infrastruktur di Pasar Bersehati.
Juga ditekankan terkait penataan yang sangat krusial untuk menciptakan rasa nyaman bagi seluruh pihak.
“Kenyamanan penjual maupun pembeli di Pasar Bersehati harus menjadi prioritas utama dalam penataan infrastruktur ke depan,” pungkasnya.(*)






