Morut – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), salah satu Perusahaan Tambang Smelter yang berinvestasi di Desa Bunta Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morowali Utara (Morut), membuka kegiatan, pembelajaran Sekolah Bahasa Inggris secara gratis, bagi Siswa- Siswi yang berdomisili di Desa Bunta dan Tanauge.
Kegiatan tersebut, merupakan salah satu Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ada di PT GNI.
Kepala SMP Negeri 3 Petasia Timur, Nofrice Susana Paseda, kepada sejumlah Wartawan, Selasa, (14/3/2022), mengatakan, pembelajaran bahasa Inggris gratis yang diselenggarakan PT GNI ini, sangat berdampak positif bagi mereka.
“Bahasa Inggris adalah Bahasa dunia, Siswa-Siswi yang berada diSekolahnya sangat berterima kasih, dengan dicetuskannya program tersebut, ” ujar Nofrice, sapaan akrabnya.
- Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen Ucapkan Selamat HUT Ke-81 RI : Mengajak Masyarakat Untuk Terus Menjaga Semangat Kemerdekaan
- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Gelar Uapacara Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Di Lapangan Gelora Santiago Tahuna
- Peringati HUT RI ke 81, DPC PDIP Kota Bitung Gelar Berbagai Lomba di Kediaman Mantiri Tangkudung
Ia, menambahkan, pembelajaran ini juga, sekaligus merupakan bentuk kepedulian pihak Perusahaan, terhadap pertumbuhan dan perkembangan bagi warga lokal yang ada.
Kata dia, program ini kedepannya sangat diharapkan, bisa membantu warga yang bermukim di sekitar lokasi pertambangan, untuk bisa berinteraksi, baik secara lisan maupun tulisan, dalam bentuk bahasa Inggris.
“Selain guru, Native Speaker juga diperbantukan untuk mengajar di Sekolah Bahasa Inggris ini, ” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala SDN 1 Bunta, Muuridun Laeto, juga mengatakan, hal yang sama. Program ini tidak hanya memberikan manfaat besar kepada Siswa- Siswinya , tetapi juga buat para Tenaga Pengajar yang ada di Sekolahnya.
“Manfaat dari program ini sangat strategis, karena berdampak positif bagi semua pihak yang terlibat di Sekolahnya, ” tandasnya.
Sekedar di ketahui, program Sekolah Bahasa Inggris ini, sudah dibuka sejak Januari 2022 lalu, dengan fokus pembelajaran dua kali dalam seminggu, dilakukan di Desa Tanauge, dan Seminggu sekali di Desa Bunta. (*/NAL)








