Kotamobagu-Pemerintah Kota Kotamobagu, di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. Weny Gaib, Sp.M dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H, M.H, meluncurkan program Biokonversi Sampah Organik sebagai bagian dari agenda 100 Hari Kerja mereka.
Program ini bertujuan untuk menangani persoalan sampah organik secara berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat melalui pengolahan sampah menjadi sumber ekonomi baru.
Program ini diperkenalkan dalam presentasi oleh Pusat Pendidikan Mondowana di hadapan Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Direktur Eksekutif Pusat Pendidikan Mondowana, Siti Hadija Junaidi, M.Pd., menjelaskan bahwa model biokonversi ini berbasis budidaya maggot rumahan, yang tidak hanya menyelesaikan masalah sampah tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pertanian urban dan pengolahan sampah rumah tangga.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Fenty Dilasandi Miftah, menyatakan dukungannya terhadap program ini sebagai bagian dari visi besar Pemkot yang BERSAHABAT: Berkemajuan, Sejahtera, Berbudaya, dan Inovatif.
- Gubernur Yulius Selvanus Bersama Wagub Victor Mailangkay Hadiri Pengucapan Syukur di Lapangan God Bless Tondano
- Masyarakat Diimbau Waspada, Gubernur Yulius Serukan 5 Langkah Penting Mencegah Kebakaran Hutan Dan Lahan
- Wali Kota Weny Gaib Ajak Pemuda Muhammadiyah Jadi Pemuda Negarawan untuk Majukan Umat dan Bangsa
Data dari Dinas Lingkungan Hidup mencatat bahwa volume sampah di Kotamobagu mencapai 1.800 ton per bulan, dengan setengahnya merupakan sampah organik. Program biokonversi ini diharapkan dapat mengurangi beban tersebut dan mengubahnya menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.
Wali Kota Dr. Weny Gaib menegaskan komitmennya sejak kampanye untuk melibatkan masyarakat langsung dalam pengelolaan sampah. “Ini adalah komitmen kami sejak kampanye, untuk melibatkan masyarakat langsung dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.
Dengan peluncuran program ini, Pemkot Kotamobagu menunjukkan langkah konkret dalam mengatasi permasalahan sampah organik dan memberdayakan masyarakat melalui inovasi yang berkelanjutan.***








