Tahuna-Tinggal sebelas hari lagi menuju pesta demokrasi 14 februari 2024. Segala upaya yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sangihe guna mengsuseskannya. Melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) ditiap kelurahan dan desa digencarkannya sosialisasi bagi masyarakat dan Bimbingan teknis (Bimtek) juga simulasi pemungutan dan perhitungan suara oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Ketua PPK Kecamatan Tahuna Timur Nurman Masihe mengatakan Pemantapan, bimtek dan simulasi disetiap kelurahan dimulai sejak kemarin hingga tanggal 10 februari nanti. “Demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu kali ini kami lakukan beberapa upaya mulai dari sosialisasi dan pemantapan juga simulasi di tingkat KPPS melalui PPS se kecamatan Tahuna Timur dalam sepekan ini” ungkap Masihe.
Masihe menjelaskan dari pantauan PPK perlu, diadakannya pemantapan penyelenggaraan dikarenakan kali ini banyak anggota KPPS yang baru bertugas dan perlu diberikan bimbingan teknis terkait penyelenggaraan Pemilu juga meminimalisir atau mencegah terjadinya kesalahan yang mungkin akan terjadi pada penyelenggaran pemilu serentak nanti.
“Kali ini banyak anggota KPPS baru bertugas sehingga perlu dilakukan pemantapan, bimbingan teknis dan simulasi juga adanya aplikasi Sirekap atau Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik yang membutuhkan kemampuan anggota KPPS dalam pengoperasian Smartphone” jelas Masihe disela-sela pelaksanaan pemantapan dan simulasi di kelurahan Tapuang, sabtu (03/02/24)
Lanjut menurut Masihe pemantapan terhadap KPPS ini dilaksanakan juga guna meminimalisir kesalahan dalam penyelenggaraan Pemilu atau menghindari terjadinya kasus- kasus yang menyebabkan dilakukannya lagi Pemilihan Suara Ulang (PSU) ataupun penyelenggara Pemilu yang berurusan dengan hukum.
“Diharapakan melalui pemantapan, Bimtek dan simulasi ini kita sebagai penyelenggara dapat melaksanakan penyelenggaraan Pemilu yang sukses tanpa adanya kesalahan dan kasus yang mungkin dapat menyebabkan dilakukannya Pemilihan suara ulang ataupun penyelenggara dan mungkin masyarakat yang akan berurusan dengan hukum yang berlaku” Pungkas Masihe. (Yoss)















