Minahasa-Kapolres Minahasa AKBP Ketut Suryana, SIK, SH, MM di dampingi Kasat Bimas IPTU Woltein Carlos, S.Th memimpin kegiatan Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi BOS V2, Data FKPM, Peta Kerawanan, bertempat ruang rapat Maesa Polres Minahasa, Selasa (10/09/2023).
Kegiatan pemanfaatan pengunaan Aplikasi bos V2, Data FKPM , Peta Kerawanan di ikuti seluruh personil Bhabikamtibmas polres Minahasa.
Dalam arahannya Kapolres Minahasa, AKBP Ketut Suryana, SIK., SH., MM, menyampaikan personil Bhabikamtibmas untuk dapat meningkatkan penggunaan Aplikasi BOS V2, Pengelolaan data Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FKPM ) dan pemahaman peta kerawanan di wilayah tugas masing – masing.
Dikatakan Kapolres, pentingnya pemanfaatan teknologi informasi Aplikasi BOS V2, bertujuan mempermudah ketika pembuatan pelaporan, pemantauan, dan analisis data yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat tingkat kecamatan.
- Komisi III Deprov Gorontalo Bahas Layanan Medical Check-Up Terintegrasi di RSPAD
- Diduga Berselisih, Satpam Ditemukan Tewas Dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta
- Sambut HUT ke-81 RI, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Pastikan Keandalan Pembangkit Listrik untuk Mendukung Ketahanan Energi Listrik di Sulawesi Tengah
“Teknologi informasi alat serbaguna juga bagi Bhabinkamtibmas saat turun lapangan dalam memantau perkembangan situas juga memberikan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan,” Ucap Kapolres.
Kapolres Minahasa menyampaikan personil anggota Bhabinkamtibmas menjaga dan memperbarui data FKPM secara berkala. Data yang akurat dan terkini akan menjadi dasar dalam merencanakan kegiatan nantinya.
“Pemahaman yang baik tentang FKPM adalah kunci keberhasilan dalam membangun sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah. Data yang akurat akan membantu kita merespons permasalahan dengan lebih efektif,” Ujar Kapolres.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Kapolres Minahasa juga memberikan penekanan pada pemahaman peta kerawanan. Peta kerawanan merupakan alat yang sangat berguna dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang rentan terhadap berbagai ancaman keamanan dalam rangka Pemilu 2024.
“Melalui pemahaman peta kerawanan, kita dapat mengarahkan sumber daya kepolisian dan pemerintah ke daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Ini akan membantu kita dalam meningkatkan efisiensi upaya pencegahan dan penegakan hukum,” Tutup Kapolres.’ (Ronny).








