Morut– Sebanyak 97 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Utara (Morut), mengikuti pelatihan dasar (Latsar) CPNS angkatan 86, 87 dan 88.
Latsar yang dilakukan secara virtual (online) tersebut dibuka oleh Bupati Morut DR.dr Delis Julkarson Hehi,MARS di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Kamis (9/9/2021).
Bupati Delis mengharapkan agar Pegawai Negeri sipil yang ada di lingkup Pemda Morut memiliki kompetensi yang mumpuni, memiliki loyalitas, mempunyai jiwa bela Begara, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, PNS itu harus jadi pemersatu. Jangan sampai ada PNS yang menjadi Provokator Negara.
- Cap Tikus Warisan Budaya Minahasa Mendapat Respons Positif di Jakarta Beat Society 2026
- Dipimpin Kansil, ABPEDNAS Bitung Resmi Dilantik Bersama Srikandi Jaga Desa Dan ASLINMAS. Ini Pesan Walikota
- Didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Sangihe, Bupati Michael Thungari Hadiri Perayaan HUT Ke-163 Jemaat Gmist Yerusalem Enemawira
“Saya tegaskan kalau ada PNS yang jadi pemecah persatuan bahkan berperilaku seperti provokator, maka sesungguhnya ia tidak pantas menyandang status sebagai pegawai negeri sipil,” tegasnya.
Bupati Delis juga mengharapkan agar para CPNS yang mengikuti Latsar ini benar benar memahami dirinya bahwa PNS itu harus menjadi pelayan publik, bekerja untuk melayani masyarakat.
“Oleh karena itu, mentalitas pelayan harus dimiliki oleh segenap CPNS peserta diklat ini, memiliki integritas profesional, tanggung jawab dan semangat pengabdian terhadap Bangsa dan Negara.” Ucap Bupati Delis.
Para CPNS ini diminta untuk benar-benar memahami fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Bupati memberi contoh, dulu sering terdengar ucapan bahwa ketika berurusan dengan birokrasi Pemerintahan, kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah.
“Mentalitas seperti itu harus diubah. Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit,” ujarnya.
Pelatihan dasar CPNS dilakukan secara virtual karena kondisi Covid-19 yang terjadi saat ini. Pelaksananya adalah Badan Kepegawaian Daerah dan SDM Morut.
Pesertanya berjumlah 97 orang terdiri dari golongan III 80 orang dan golongan II sebanyak 17 orang. (Enos Tampali)







