Tahuna – Penjabat Bupati Kabupaten kepulauan Sangihe dr Rinny Tamuntuan bersama Bupati dan Walikota seprovinsi Sulawesi Utara menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Program Pemberantasan korupsi terintegrasi yang dIgelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada rapat tersebut dengan tegas ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat menjadi Pembicara dalam Forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, mengatakan Upaya pemberantasan korupsi harus terus dilakukan secara masif seluruh Indonesia ” Karena korupsi adalah musuh kita bersama” Tegas Bahuri, Kamis (27/7/23) di Ruang Mapalus kantor Gubernur Sulawesi Utara di Manado.
Forum RDP yang dihadiri juga Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandou, ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andy Silangen dan unsur Forkopimda Sulawesi Utara yang dilaksanakan atas inisiatif KPK RI yang sangat intens menekan angka kasus Korupsi di Indonesia.
Saat pemaparan Firli Bahuri mengungkapkan, angka kasus Korupsi yang melibatkan unsur pemerintahan dan DPR cukup tinggi.
- PLN UP3 Palu Tunjukkan Komitmen Pelayanan Prima Lewat Listrik Andal di Giat Hari Cinta Laut
- Sambut Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Palu Dukung Program BPBL Kementerian ESDM: 52 Rumah di Desa Kanuna Kini Nikmati Listrik
- Pembayaran Ke Warga Belum Tuntas, Badoa Minta Jalan Tol Bitung-Manado Ditutup Sementara
Menurutnya harus ada upaya ekstra tegas dalam pencegahan dan ataupun penindakan. Dari 1615 orang tersangka kasus Korupsi yang ditangani KPK, jumlah Kepala Daerah, Gubernur, Bupati, Walikota dan unsur – unsur pemeritahan ternyata cukup tinggi dan hal ini cukup mengkhawatirkan karena kalau tidak dicegah dan ditindak tegas.
“Kedepan Korupsi akan menjadi ladang yang subur bagi kepala-kepala daerah lainnya” Tegas Firli sambil berharap, hal itu tidak terjadi bagi kepala daerah di Sulawesi Utara.(Yoss)







