oleh

Perwakilan BKKBN Sulut Salurkan Bantuan Bagi Tiga Anak Stunting di Kelurahan Warembungan

-Sulut-844 Dilihat

Sulut-Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Ir. D. Tino Tandaju, M.Erg bersama Jajaran melakukan pemberian bantuan kepada anak-anak stunting di kelurahan Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa,Jumat (13/10/2023).

Bantuan ini diberikan kepada 3 anak stunting, di mana 2 diantaranya merupakan anak kembar berumur 1 tahun 3 bulan yaitu Galinea Matheos dan Galienka Matheos.

Pemberian bantuan BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting) kedua diberikan kepada Kinanti Sarendeng balita berumur 11 bulan, pada saat dikunjungi, Kinanti yang merupakan anak ke-5 ini terlihat memiliki penyakit lain yang harus segera ditangani, hanya saja keluarga belum mempunyai dokumen seperti Kartu Keluarga, KTP dan BPJS yang akan mempermudah pengurusan pengobatannya.

Pada kesempatan itu,Kaper BKKBN Sulut turut menyarankan kepada Kader, kepala lingkungan untuk dapat membantu kepengurusan berkas yang dibutuhkan oleh keluarga.

Pemberian bantuan BAAS ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk mengeliminasi permasalahan stunting di Indonesia yang tertuang dalam Perpres nomor 72 tahun 2021 dan di tindaklanjuti oleh BKKBN lewat Perka BKKBN nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI), Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan berbagai kegiatan sebagai upaya Percepatan Penurunan Stunting (PPS) khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.

“Salah satu kegiatan intervensi yang dilakukan adalah melalui program BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting). Program yang digagas dan diluncurkan oleh BKKBN ini sebagai gerakan gotong royong oleh seluruh elemen bangsa dalam percepatan penurunan stunting dengan menyasar langsung kepada keluarga yang beresiko stunting.” Ujar Tandaju.

Selain mengajak Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat untuk ikut membantu pada program ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Kepala Perwakilan Ir. Tino Tandaju, M.Erg sejak awal tahun 2023 juga turut terlibat langsung dengan menyisihkan gaji melalui kesepakatan bersama seluruh pegawai untuk disumbangkan kepada keluarga yang beresiko stunting dan anak anak stunting di Provinsi Sulawesi Utara. (*/J.Mo)