Tondano – Bupati Ir. Royke O. Roring, M.Si,dalam memperjuangkan memajukan pembangunan di Kabupaten Minahasa sesuai janji dan komitmen, terus melakukan konsultasi anggaran ke pemerintah pusat.
Setelah sebelumnya melakukan konsultasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kali ini Bupati Ir. Royke O. Roring, M. Si mendatangi Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jalan Pramuka, Jakarta, Selasa (5/3/2019).
Dalam kunjungan kerja ini, Bupati ROR diterima oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Ir Harmensyah, Dipl.SE,M.M yang juga merangkap sebagai pelaksana tugas (Plt) Deputi Penanganan Darurat di BNPB Pusat.
Bupati Minahasa Ir. Royke O. Roring, M. Si mengatakan pertemuan ini pada intinya membahas tentang Revitalisasi Danau Tondano serta langkah-langkah yang harus dilakukan Pemkab Minahasa untuk mendapatkan alokasi anggaran.
- Bupati Michael Thungari bersama Wabup Tendris Bulahari hadir Sekaligus Membuka Job Fair 2026 di Politeknik Nusa Utara Tahuna
- Gubernur Yulius Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Sulut, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik dan Profesionalisme
- PT Jasa Raharja Sudah Salurkan Rp5,7 Miliar Bagi 416 Korban Lakalantas di Sulut
“Saya dan pak Deputi membicarakan tentang bagaimana supaya Kabupaten Minahasa bisa mendapatkan anggaran atau dana untuk revitalisasi Danau Tondano seperti yang dilakukan di beberapa danau yang ada di Indonesia. Pak Deputi lalu menyarankan agar diajukan proposal melalui BPBD dan diserahkan ke Kepala BNPB,” ucap Bupati.
Usai melakukan konsultasi bersama Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Bupati ROR melanjutkan kunjungan kerja menemui Kepala Subdirektorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Sosial, H.Ali Bernadus, S.K.M,M.A.
Beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan ini, tentang konsultasi soal tindak lanjut proposal yang diajukan Pemkab Minahasa melalui BPBD sejak tahun 2017. Dimana proposal tersebut sudah diverifikasi tahun 2018 namun sampai saat ini belum diproses lebih lanjut.
Menurut Bupati ROR dari penjelasan yang disampaikan Kepala Subdirektorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Sosial bahwa dana tersebut belum bisa turun karena adanya bencana masif baik di Lombok maupun bencana di Palu, Donggala dan sekitarnya yang menelan dana besar.
“Pak Benardus menyampaikan bahwa dana yang awalnya disiapkan untuk rehabilitasi daerah-daerah terpaksa dialihkan ke dua daerah yang mengalami bencana tersebut. Namun usulan yang sudah pernah diverifikasi saat ini sedang berproses, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama dana itu segera turun,” tutur BupatiROR. (Ronny Rantung)








