Sitaro-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro terus mengambil langkah dalam merespons kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Sitaro.
Persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat BBM merupakan salah satu kebutuhan penting yang menunjang aktivitas masyarakat di daerah.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama unsur Forkopimda terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan distribusi BBM, guna memastikan pasokan BBM untuk kebutuhan masyarakat.
Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Sitaro sebagai daerah kepulauan menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam proses distribusi BBM. Karena itu, diperlukan koordinasi dan komunikasi serta kerja sama semua pihak agar distribusi ke wilayah Siau, Tagulandang dan Biaro dapat berlangsung dengan baik.
- Pemprov Sulut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran Hutan dan Lahan, Gubernur Yulius Minta Semua Pihak Harus Sigap dan Waspada
- Kansil Pimpin Rapat Paripurna Perubahan KUA PPAS 2026, Pendapatan Bertambah 33,9 M, Belanja Bertambah 40,4 M
- Hadiri Rakor GTRA Sulteng 2026, Miqdam : Langkah Nyata Selaraskan Kebijakan Strategis Tingkat Provinsi Dengan Implementasi di Daerah
Pemkab Sitaro menegaskan bahwa persoalan ketersediaan BBM menjadi perhatian bersama dan akan terus dikawal melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, instansi terkait serta pihak penyalur.
Dengan sinergi dan koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap kondisi kelangkaan BBM dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah dapat kembali berjalan dengan baik.
Oleh karena itu masyarakat diharapkan dapat bersabar dan tetap tenang sambil menunggu kapal pasokan BBM yang sesuai dengan informasi dari Bagian Ekonomi Setda, rencananya kapal akan tiba pada pekan depan, Senin 24 Agustus 2026. (*Ighel)







