Pemkab Sangihe Lakukan Doa Bersama Lintas Agama Dan Dewan Adat Guna Pemulihan Alam Sangihe

oleh -831 Dilihat

Tahuna-Menghadapi bencana kemarau dan kebakaran hutan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama seluruh elemen lintas agama dan adat melaksanakan Doa Bersama dan ritual Adat Sangihe yakni Tatahimokoing sembanua di Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Minggu (13/09/2026).

Doa bersama ini terfokus kepada pemulihan alam dan meminta perlindungan serta pemeliharaan dari yang maha kuasa terhadap kabupaten Sangihe dan seluruh masyarakat sekaligus menyikapi kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Awu.

Di hadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., Bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Ny. Cherry S. Thungari-Soeyoenus, S.E., bersama Wakil Ketua TP-PKK Ny. Agnes Bulahari Walukow, S.E., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah dan pimpinan perangkat daerah, tokoh lintas agama, FKUB, Dewan Adat Sangihe, relawan, donatur, dan masyarakat Sangihe.

Kronologis Kebakaran, bermula di Pos 8 jalur pendakian Angges, Kecamatan Tahuna Barat, sejak 5 September 2026, dan meluas hingga ke wilayah Kelurahan Kolongan, Kecamatan Kendahe, serta Kecamatan Tabukan Utara. Berdasarkan analisis data geospasial SWIR citra Sentinel-2 tanggal 9 September 2026, estimasi areal yang terbakar telah mencapai 587,76 hektare pada kawasan pegunungan dengan medan berat, ketinggian 600 hingga 1.030 meter di atas permukaan laut.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa medan yang berat membuat penanganan di lapangan membutuhkan kehati-hatian dan kerja sama semua pihak.

Bupati juga mengatakan Pemerintah daerah terus melakukan kordinasi bersama Forkopimda, camat, lurah, kapitalaung, TNI/Polri, masyarakat, dan relawan sambil terus melakukan pemantauan perkembangan titik api di wilayah terdampak kebakaran.(Yoss)

No More Posts Available.

No more pages to load.