Pemda Morut Terus Berinovasi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Lewat Aplikasi DIA SAJA

oleh -0 Dilihat

Palu-Pemerintah Daerah (Pemda) Morowali Utara (Morut) terus berinovasi, dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, lewat aplikasi Digitalisasi Informasi dan Administrasi Satu Aplikasi Jangkau Semua (DIA SAJA).

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Morut, Herry Y Pinontoan SSTP, menjelaskan, secara tehknis cara kerja aplikasi DIA SAJA, yang kini menjadi kunci sistem administrasi digital di Morut.

“Aplikasi ini dirancang khusus untuk memanimalisir potensi korupsi hingga level terendah. Karena seluruh antrian, laporan, dan data pelayanan tercatat secara transparan dengan identitas pengguna terverifikasi dengan baik, ” jelas Herry Penonton, saat membawakan materi disela – sela kegiatan pelatihan SI DIA Dukcapil 2.0 Terintegrasi Dengan Layanan Satu Pintu Pemda Morut Melalui Aplikasi DIA SAJA, di Hotel Sutan Raja, Rabu (08/10/2025) pagi.

“Tidak ada lagi akun palsu atau laporan tanpa identitas. Semua proses terekam jelas dan dapat dipantau langsung, kemudian data pelapor dilindungi, ” tegas mantan Kabag Humas Prokopim Pemda Morut.

Kata dia, salah satu fitur unggulan aplikasi ini adalah ‘Lapor Bupati,’ di mana setiap laporan masyarakat wajib ditindaklanjuti oleh Dinas terkait maksimal dalam waktu 1 x 24 jam. Jika tidak, sistem otomatis akan mengirimkan notifikasi langsung ke ponsel Bupati Morut, sebagai bentuk pengawasan dan akuntabilitas real-time.

Herry Pinontoan, menargetkan, pelaksanaan sosialisasi aplikasi DIA SAJA ke seluruh Kecamatan, agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses berbagai layanan Pemerintah. Melalui aplikasi ini, warga bisa langsung terhubung dengan berbagai bidang, mulai dari bantuan rumah ibadah, layanan kesejahteraan (Kesra), hingga program beasiswa.

Aplikasi DIA SAJA bahkan menjadi satu-satunya di Indonesia yang terintegrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, menjadikannya langkah nyata Pemda Morut, dalam mendorong sinergisitas antar Instansi untuk pelayanan publik yang lebih efisien dan efektif.

Sementara itu, dalam sesi lanjutan, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Morut, Drs H Andi Panrenrengi, ikut memaparkan program digitalisasi Desa sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital daerah.

Ia menjelaskan, titik-titik blank spot di wilayah Desa akan disuplai jaringan internet menggunakan perangkat star link, sehingga seluruh Desa dapat terkoneksi dengan sistem digital daerah.

Andi Parenrengi, menegaskan, perangkat Desa wajib memiliki kemampuan dasar teknologi informasi, minimal dapat mengoperasikan komputer untuk mendukung implementasi program yang ada.

“Digitalisasi bukan hanya soal jaringan, tetapi juga kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa untuk memanfaatkannya,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Pemda Morut menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Pemerintahan yang transparan, cepat, dan berbasis digital, dengan tujuan akhir agar masyarakat mudah terlayani tanpa adanya hambatan karena aturan birokrasi. (Diskominfo/NAL)

No More Posts Available.

No more pages to load.