Ketua LSM Pijar Keadilan Sulawesi Utara James Tuju
TOMOHON – Bawaslu Kota Tomohon terkesan tidak komitmen dalam penegakan dan penindakan pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (pilkada 2020).
Pasalnya, belum lama ini Kota Tomohon di hebohkan dengan jatuhnya salah satu anggota Sat Pol PP saat memasang baliho milik Calon Walikota JGE- VB yang diketahui di perintahkan oleh Kepala Satuan Pamong Praja kota Tomohon.
Hal tersebut mengundang pertanyaan masyarakat terkait tupoksi Bawaslu kota Tomohon yang dinilai “tutup mata” dengan kejadian tersebut.
Ketua LSM Pijar Keadilan Sulawesi Utara James Tuju mengatakan bahwa seharusnya Bawaslu kota Tomohon proaktif dalam menyikapi persoalan tersebut.
- Sabu Seberat 228,8 Gram di Sita, Satresbarkoba Polres Morut Ringkus Terduga Pelaku Narkoba di Mamosalato
- Meningkatkan Jejaring Konektivitas, Pemprov Sulut Bersama Pemprov Jatim Gelar Kegiatan Misi Dagang Dan Investasi
- Kerjasama Sejumlah Perusahaan, Jalan Trans Berlubang di Dusun 5 Desa Bunta di Perbaiki
“Bawaslu Kota Tomohon jangan “tutup mata” dengan pelanggaran-pelanggaran yang ada di muka mata, ini bisa menimbulkan tanda tanya besar terhadap kinerja Bawaslu. “Ucap Tuju.
Sementara Ketua Bawaslu Kota Tomohon Deisy Soputan, Spd MHum, saat di konfirmasi melalui pesan singkat Whatshapnya belum merespon. (Oma)








