Deprov-DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja ke PT Reska Multi Usaha, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pertemuan berlangsung di kantor pusat PT Reska di Jalan Karang Anyar, Jakarta Pusat,Kamis (8/5/2025).
Kunjungan ini bertujuan mempelajari sistem pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMD), khususnya pada sektor jasa layanan yang dikelola secara profesional dan efisien.
PT Reska diketahui menangani berbagai lini jasa, mulai dari kebersihan, makanan dan minuman, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa, menyampaikan, sistem kerja PT Reska bisa menjadi rujukan untuk memperkuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Gorontalo.
- Jalin Komitmen Bersama KPK Dan Pemda Se-Sultra, Staf Ahli Kementerian ATR/BPN : Untuk Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
- Bangun Motivasi Jajaran, Sekjen Kementerian ATR/BPN Beri Penghargaan kepada Satker Pengelola Kearsipan Terbaik
- Siap Siaga Cegah Karhutla, Wamen Ossy Imbau Pemegang HGU Lakukan Tindakan Pencegahan
Ia menyoroti keberhasilan Reska dalam membina sekitar 27 ribu karyawan di tengah tantangan ekonomi nasional.
“Banyak daerah mengalami gelombang PHK, tetapi Reska mampu bertahan dan tetap produktif. Mereka membangun budaya kerja berbasis disiplin dan keteladanan. Bahkan, mereka melibatkan Polda untuk membentuk karakter karyawan. Ini sangat patut dicontoh,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebersihan, keteraturan, dan kualitas pelayanan yang diterapkan Reska mencerminkan sistem manajemen yang kuat.
“Mulai dari sanitasi hingga standar kerja, semuanya tertata. Ini menjadi syarat mutlak jika kita ingin membangun BUMD yang profesional di Gorontalo,” tegasnya.
Komisaris Independen PT Reska Multi Usaha, Rustam Amiruddin menyambut baik kunjungan DPRD Gorontalo.
Menurutnya, ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam membangun sektor usaha yang mampu menopang pendapatan daerah.
“Kami sangat senang dikunjungi langsung oleh dua Wakil Ketua DPRD dan Anggota Komisi II. Ini langkah maju. Kami siap mendukung bila Gorontalo ingin mengembangkan BUMD dengan sistem yang profesional,” tutupnya. (*)








