Minut–Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Perdagangan menggelar Pasar Murah Bersubsidi di Desa Tatampi, Pulau Nain, Kecamatan Wori, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menyasar masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya warga yang menghadapi keterbatasan akses dan tingginya biaya distribusi bahan kebutuhan pokok.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh sembilan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli warga di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas akibat musim kemarau.
Desa Tatampi sendiri merupakan salah satu desa rawan pangan di Kabupaten Minahasa Utara yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah daerah.
Pelaksanaan pasar murah ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kegiatan tersebut membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama karena distribusi barang ke wilayah kepulauan membutuhkan biaya transportasi yang relatif tinggi.
Hein Karura, warga Desa Tatampi, mengungkapkan bahwa pasar murah bersubsidi tersebut menjawab kerinduan masyarakat di salah satu wilayah terluar Minahasa Utara untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di Pulau Nain agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Antusiasme warga juga terlihat dari kedatangan masyarakat Pulau Nain I ke Desa Tatampi untuk membeli kebutuhan pokok yang disediakan pemerintah.
“Warga dari Nain I rela datang ke Desa Tatampi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah,” kata Selsi Salassa, salah seorang warga.
Adapun komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan daging ayam.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara, Max Tapada mengatakan pasar murah bersubsidi merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah tekanan harga dan kendala distribusi, khususnya di wilayah kepulauan.
“Pasar murah bersubsidi ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami juga memberi perhatian khusus kepada wilayah kepulauan dan desa rawan pangan agar masyarakat dapat merasakan manfaat program pemerintah secara langsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah, terutama terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang merata, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan distribusi.
Pasar murah bersubsidi di Pulau Nain diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari langkah berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Minahasa Utara. (*)






