Sulut – Terkait kerusuhan di Wamena Papua yang berdampak pada warga Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi Sulut langsung bergerak untuk melakukan langkah antisipasi terkait keamanan para warga Kawanua.
Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, (ODSK) langsung memerintahkan stakeholder terkait untuk berkoordinasi membantu warga yang terdampak bencana kerusuhan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga Kawanua, Selasa (01/10/2019)
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Biro Pemerintahan dilakukan koordinasi bersama Kerukunan Keluarga Kawanua Jayapura, dari data terakhir yang diterima ada sekitar 350 orang warga kawanua yang berada di rumah sakit AURI Wamena, 500 orang telah keluar dari Wamena dan 100 orang berada di penampungan Jayapura.
Pemprov terus berkoordinasi untuk mendapatkan informasi terkait kebutuhan mendesak para warga. Pemprov juga telah menyurat ke Panglima TNI untuk bantuan pesawat hercules yang rencananya akan mengangkut para warga. Dinas sosial provinsi juga melakukan koordinasi terkait bantuan makanan yang diperlukan warga.
- Dukung Kemandirian Petani Bunga Krisan, PLN UID Suluttenggo Resmikan Program Electrifying Agriculture di Tomohon
- Sinergi PT SJA 2 Dan Dinas Kehutanan Perkuat Masyarakat Cegah Karhutla
- Pemkot-Dekot Sepakati KUA/PPAS Manado 2027, Walikota Andrei Angouw: Untuk Kemajuan Kota dan Kesejahteraan Masyarakat
Diketahui, kerusuhan di Wamena berawal dari unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019). Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.
Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto menyatakan bahwa korban tewas berjumlah 33 orang.(*/JM)






