Manado-Musim kemarau tahun 2023 ini telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Dan diprediksi akan berlangsung hingga pertengahan September atau awal Oktober.
Hal ini berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menyebutkan terkait musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan Karhutla. Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, termasuk untuk tidak membuang puntung rokok sembarang.
Juga sebisa mungkin menghemat penggunaan air, termasuk menampung sebanyak-banyaknya air ketika terjadi hujan.
- Gorontalo Tuntas Terang, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo, Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo Capai 100 Persen
- Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wawali Richard Sualang Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat
- Caroll Senduk Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Pemkot Tomohon Fokus Delapan Prioritas Pembangunan
“Semua pihak termasuk masyarakat harus bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, karena di musim kemarau saat ini sangat rawan terjadinya kebakaran,” jelas Wagub Kandouw,Kamis (24/8/2023).
Sisi lain, Steven Kandouw mengimbau agar masyarakat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, karena musim kemarau panjang sebagai dampak dari El Nino akan mempengaruhi kondisi kesehatan manusia.
“Musim kemarau yang ekstrem akan berpengaruh pada daya tahan tubuh manusia. Jadi mari kita tingkatkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.
Wagub Kandouw juga menginstruksikan para pemangku kepentingan di jajaran Pemprov Sulut untuk mewaspadai setiap fenomena alam yang terjadi, seperti kualitas udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Kita harus bersiaga penuh untuk mencegah dan mengantisipasi setiap fenomena yang terjadi. Sebab melakukan pencegahan itu jauh lebih baik dari pada mengobati,”Pungkas Wagub Kandouw. (*/J.M0)






